Jumat, 25 Maret 2016

BOCAH - BOCAH AJAIB

Dulu.. bagi  saya mereka adalah bocah-bocah ajaib karena memang nggak ada yang mirip sama mereka waktu itu, tetapi sekarang mereka sudah menjadi bocah-bocah kadaluarsa. Nunuk seorang bocah yang umur 10 tahun sudah masuk di SMP, anaknya memang cerdas, sangat polos, suaranya masih kebalita-balitaan, sangat dekat dengan saya karena sering saya minta untuk membawakan saya sayur bayam 2 ikat dan tempe bungkus daun 10 biji. Nunuk bermukim di sebuah estate perusahaan sawit 6 km dari Dermaga Long beleh haloq, punya saudari yang bernama Eka yang juga sekolah di SMPN 2 Kbj setingkat dengan adiknya. Geneli, seorang keturunan dari daerah timur Nusa Tenggara, orangnya lumayan pendek, mukanya lucu tapi sangar, pendiam tapi jarang ngomong, sangat kuat dalam hal ingat mengingat.Geneli masuk di SMPN 2 Kbj bersamaan dengan Nunuk yaitu tahun 2005 tinggal disebuah estate perusahaan sawit yang bernama Sentekan estate. Agung, bocah dengan berat badan diatas ideal, kalau makan seakan akan lupa untuk berhenti, Bersama dengan Geneli dan Nunuk, Agung termasuk siswa yang kepintarannya diatas rata-rata orang yang tidak pintar. Satu lagi, Bayu, bocah yang sangat periang, sering ketawa meskipun tidak lucu, sering dikerumuni sama teman-temannya yang beda jenis kelamin, kepintarannya setara dengan 3 bocah ajaib yang telah saya sebutkan sebelumnya. Bersama dengan bocah-bocah yang lain, Meri, Abdullah, Eka, Intan, Ririn dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan semuanya dalam cerita ngeramput ini, mereka telah memberi warna bagi kehidupan suka dan duka, ceria dan muramnya SMPN 2 Kembang Janggut. Pada suatu hari di tahun 2006 bapak Kepala sekolah memberitahukan akan adanya undangan untuk mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten. Saya ditunjuk untuk melakukan seleksi terhadap 4 orang siswa yang layak untuk dibawa serta berjuang pusing-pusingan di Tenggarong bersama dengan ratusan siswa lainnya dari sekolah menengah tingkat pertama negeri maupun swasta se-kabupaten kutai kartanegara. Waktu 2 minggu bagi saya untuk menyaring dari sekian puluh siswa dan memilih 4 siswa diantaranya. Saya kemudian bergerak cepat bak superman yang terkejut karena mimpi buruk. pertama-tama saya umumkan melalui papan pengumuman akan adanya seleksi untuk mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten, dan siapa saja boleh ikut untuk diseleksi. Lebih dari 10 orang berminat untuk ikut dalam seleksi tersebut. Saya kumpulkan mereka dan saya berikan pengarahan
Saya : "Alhamdulillah sekolah kita dapat undangan untuk ikut serta dalam lomba sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten dan waktu kalian adalah 10 hari dari sekarang untuk belajar, insya Allah sebelas hari kedepan saya akan melakukan tes kepada kalian untuk memilih 4 orang yang pantas untuk kami bawa ke tenggarong"
Nunuk :"Gimana cara kami belajar pak?"
Saya : "Selama 10 hari dari sekarang, kalian akan saya bebaskan untuk belajar dan meminjam buku di perpustakaan, nanti nama-nama kalian akan saya laporkan sama bu Ida agar diberikan kebebasan dalam meminjam buku, berapapun yang kalian mau pinjam, tapi ingat semua buku yang kalian pinjam harus tetap dicatat dan wajib kalian kembalikan nanti dalam keadaan sehat wal afiat tanpa robekan ataupun coretan sedikitpun"
Agung :"Jadi pak, kami bebas minjam buku ?"
Saya : " Iya, bebas sebebas-bebasnya"
Agung :"Asyik dong"
Saya : "Tapi gung...nggak bisa dimakan loh"
Agung : " Ah, bapak ini memangnya saya rayap"
Saya : "Silahkan kalian pelajari buku-bukunya, jawab sebanyak mungkin soal-soal yang ada, nanti akan saya panggil kembali jika ada yang penting untuk saya sampaikan. gimana, bisa dimengerti ?"
Nunuk dkk :"mengerti pak.."
Mulai saat itu Nunuk dkk menyibukkan diri mereka dengan belajar baik di kelas maupun diperpustakaan, setiap soal yang ada dibuku-buku sains dan bahasa inggris dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 mereka lahap tanpa ampun. Untunglah waktu itu belum ada sinyal handphone yang kuat di desa long beleh haloq sehingga mereka bisa lebih berkonsentrasi dalam belajar. Untuk urusan komunikasi masih menggunakan telephone satelit yang ada diwarung-warung telekomunikasi (wartel) yang dipasangi meteran rupiah dimana mata harus konsisten ke meteran tersebut selama melakukan hubungan telephone sebab kalau tidak maka uang disaku baju dan celana akan terkuras habis bahkan bisa saja pulangnya meninggalkan hutang yang membuat malu diri sendiri.
Pada hari kesebelas saya kemudian mengumpulkan mereka di sebuah rung kelas yang dekat dengan wc sekolah untuk melakukan seleksi terhadap mereka. saya membagikan masing-masing 1 lembar kertas hvs kosong.
Saya :"Silahkan kalian pilih jawaban yang benar a,b,c atau d, tuliskan dilembaran kertas itu, waktu menjawab hanya 1 menit 1 soal, jumlah soal 30. gimana bisa dimulai ?
Nunuk dkk :" iya pak"
Selama kurang lebih 30 menit proses seleksi saya laksanakan, hingga akhirnya terpilih 4 orang yang akan dibawa serta mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris di ibu kota kabupaten. mereka adalah Agung, Geneli, Bayu, dan Nunuk. 2 hari sebelum hari keberangkatan saya membuat surat permohonan bantuan transportasi speed boad ke perusahaan sawit (PT Reakaltim) untuk kami tumpangi dari long beleh haloq menuju kota bangun begitupun sepulangnya nanti. Saya juga membuat surat permohonan ijin kepada masing-masing orang tua siswa. Pada hari keberangkatan Saya, Bpk Wardani, Nunuk, Agung, Bayu, dan Geneli sudah siap dari pagi dengan bekal masing-masing, kami kemudian bertemu di dermaga Long Beleh Haloq, untuk selanjutnya sekitar jam 09.00 kami naik keatas speedboat yang dinahkodai oleh seorang bapak yang selama hidupnya tidak pernah rugi karena memang namanya adalah Untung. Speadboad kemudian berjalan pelan tapi pasti dan beberapa menit kemudian kelajuannya sudah menggetarkan jantung. Saya melihat raut muka bahagia di wajah Nunuk dkk, mereka bahagia karena bisa jalan-jalan kekota secara gratis, mereka bahagia karena untuk sementara omelan mama dan bapak mereka tidak terdengar lagi, mereka bahagia karena mereka pada akhirnya diberikan kesempatan untuk merasakan kendaraan para manager perusahaan yang tidak pernah mereka pakai biasanya mereka naik kapal yang ditumpangi puluhan orang dengan wangi yang berbeda-beda dan waktu tempo yang membosankan, mereka bahagia karena mereka terpilih untuk membawa nama harum sekolah.Sekitar 6 jam lebih kami baru sampai di ibukota kabupaten. kami menginap di rumah salah seorang Guru sejawat kami yaitu Bapak Darlani. Keesokan harinya kami berangkat kelokasi perlombaan dengan menumpang sebuah taksi. Agung, Nunuk, Geneli, dan Bayu dengan tenang, tertib, dan penuh percaya diri mengikuti tes olimpiade sains bersama dengan sekitar seratus siswa dari seluruh SMP dan sederajat se-kabupaten kutai kartanegara. Sore hari menjelang magrib saya pamit kepada Pak Dani karena saya harus melanjutkan perjalanan ke samarinda, saya juga meminta ijin untuk membawa serta Nunuk ke samarinda. Disamarinda saya dan nunuk menginap di Rumah paman saya. Saya kemudian memperkenalkan Nunuk kepada paman dan adik saya.
Adik saya berkata : "bocah ini sudah SMP ?"
Saya : "ya iyalah masa SMA?"
Adik saya :"kirain masih SD"
Saya : " harusnya sih begitu, umurnya aja masuk SMP masih 10 tahunan"
Keesokan harinya saya mengajak Nunuk untuk jalan-jalan ke sebuah Mall terbesar di Samarinda, sesampainya di Mall tersebut kamipun masuk kedalam sesaat kemudian Nunuk berlari keluar, saya kejar dia keluar .
Saya :"kenapa Nuk?"
Nunuk : "Pusing pak"
Saya :"kamu nih, gitu aja udah pusing, dilawan aja ntar lama-lama juga hilang pusingnya"
Setelah beberapa saat kemudian kamipun kembali masuk kedalam Mall, tidak lama setelah itu kami melewati sebuah stand penjual es krim, saya memperhatikan raut muka Nunuk yang sangat ngiler melihat es krim yang tidak seperti biasanya ia santap di pedalaman. saya kemudian bertanya.
Saya :"mau es krim nuk?"
Nunuk cuma diam seratus bahasa sambil menelan ludah serta mengangguk pelan.
Saya kemudian membelikan sebuah es krim coklat dan kamipun melanjutkan petualangan kami dalam mol, tiba-tiba..
Nunuk :"pak..pak..tangan saya"
Saya :"loh kenapa?ko bisa sampai romes gitu tangannya?"
Nunuk : "Aduh pak..kaya apa nih ?"
Saya : "cepat ke toilet sana, dibasuh tangannya"
Sekitar 2 Jam kami menikmati perjalanan keliling-keliling mall sambil melihat apa-apa saja yang tidak bisa kami beli.
Sore harinya saya mengontak pak Dani.
Saya :"Gimana pak, jadi nggak besok balik ke Long beleh"
Pak Dani : "jadi, kamu kesininya kapan?"
Saya : "nanti besok sekalian ikut bis dari samarinda, etam naik bis aja kalo?"
Pak Dani : "Iya..iya.."
Saya :"kita lagi dimana ni?ko rame kedengarannya?"
Pak Dani :"saya lagi di pasar"
Saya :"lopaaat..anak-anak dimana"
Pak Dani :" itu mereka tadi saya kasih masing-masing sangu untuk belanja, biar nggak ngganggu saya lagi ada teman spesial nih"
Saya : "dasar kita nih, y sudah sampai jumpa besok, nanti nunggu di terminal aja.
Keesokan harinya, kami kemudian berangkat kembali menuju long beleh haloq dengan menumpang bus sampai kota bangun dan naik speedboat perusahaan dari kota bangun ke long beleh haloq. 
Beberapa bulan setelah perlombaan itu bapak kepala sekolah memberikan kabar bahwa Nunuk dkk berhasil meraih Juara Harapan kedua. Kami tentu merasa sedikit bangga akan hal itu. 
Bocah-bocah yang saya anggap ajaib itu sekarang saya tidak tahu rimba belantaranya, kabarnya si Nunuk yang centil telah menjadi seorang karyawan di perusahaan sawit, Agung juga terlebih dahulu menjadi karyawan di perusahaan tersebut setelah ia manammatkan studi D3nya, Geneli sejak lulus dari SMP ini saya tidak pernah sama sekali melihat batang hidungnya.
 dan Bayu ??....@@@

Selasa, 22 Maret 2016

DrAmA TaWuRaN

Kejadian heboh kali ini terjadi di tahun 2014, tawuran yang memalukan antar geng satu sekolah telah meluluh lantakkan harkat dan martabat sekolah. Geng Cakra yang dipimpin Riko dkk melawan geng Sentekan yang dipimpin Andre dkk. Riko seorang keturunan majapahit sebenarnya termasuk manusia yang berhati baik. Dia bersama adiknya memimpin geng cakra dengan dibantu oleh preman-preman belia long beleh haloq. Dengan adanya bekingan dari geng long beleh Riko dkk merasa diatas angin atas semua geng yang ada di SMPN 2 Kembang Janggut. Riko orangnya kalem, badan tegap, besar, tinggi tapi raut wajahnya adem sehingga semua wanita akan tertipu dengan penampakannya dan mudah untuk jatuh dalam rayuan bohongnya. Dalam kesehariannya Riko cukup aktif di sekolah, baik dalam hal baris berbaris, aktif dalam setiap kegiatan dan gampang sekali memikat hati guru dengan kemudahannya untuk disuruh-suruh, apalagi kalau yang nyuruh itu ibu guru bersuara lantang membahana RASMINA SITOHANG maka Riko tanpa pikir panjang akan langsung memamtuhi perintah sang guru. Sedangkan Andre seorang siswa pindahan dari Desa Tuana Tuha, salah satu desa di kecamatan Kembang Janggut yang terkenal akan ilmu magisnya. orangnya sama seperti Riko, tegap, tinggi, badan besar dan kelihatan sekali dari mukanya kalau dia paling hobi dalam hal jagur menjagur.Geng sentekan mendapat bekingan dari geng perdana yang umumnya sekolah di SMP dan SMK perdana, sehingga ketika masa jam sekolah geng sentekan tidak dapat berbuat banyak menghadapi geng cakra karena bekingan mereka lagi offair, mereka hanya bisa menunjukkan tajinya ketika jam sekolah sudah selesai. Hari itu sepulang dari sekolah sesaat sebelum saya ganti baju dan bersiap untuk mengikuti ibadah mingguan yaitu shalat jumat atau sekitar jam 11 waktu long beleh haloq, handphone jadul saya Nokia C2 03 yang selalu menemani kemanapun saya melangkah tiba-tiba berbunyi menyanyikan reff lagu ayu ting ting yang saya kagumi karena keimutannya yaitu lagu sik asik, perlahan saya angkat handphone dan terdengar suara menggelgar dari arah seberang.
Bu tohang "halo pak, cepat kita ke pulau sini anak-anak cakra dikejar-kejar sama anak-anak perdana dengan menggunakan senjata tajam
Saya "apa??iya-iya
Saya kemudian menghubungi Bapak Darlani, Pak Fattah, dan Pak Yan untuk segera berangkat ke tempat yang dimaksud bu Tohang. Kami tidak menemukan lagi kelompok perdana yang dimaksud bu tohang, tetapi dibalik kebun sawit milik warga sayup-sayup kami dengar suara beberapa orang yang memanggil kami dengan suara ngosngosan.
Riko dkk "pak..pak.."
Pak Darlani " sini jangan lari dan g usah takut..apa yang terjadi dengan kalian"
Riko "tadi kami sudah mendapat kabar bahwa kami akan diserang sama anak perdana, makanya pas pulang sekolah kami diantar sama anak-anak long beleh sampai di pertigaan jalan poros, setelah mereka kembali pulang kami jalan lewat jalan poros ini sambil menunggu mobil sekolah, tiba-tiba puluhan orang datang dari belakang kami sambil berlari dan ada yang naik motor sambil mengayunkan senjata tajam dan berteriak-teriak kearah kami, kami langsung kabur melarikan diri masuk kedalam kebun sawit ini".
Saya " ceritanya gimana, ko bisa anak perdana mau nyerang kalian, memangnya kalian ada masalah dengan anak perdana".
Riko "kami juga nggak tau pak, cuma setau kami mereka adalah kompolatannya anak sentekan yang lagi bermasalah dengan kami"
Saya " ya sudah kalian pulang saja dulu, besok kita proses"
Saya dan Pak Darlani kemudian berinisiatif mencarikan tumpangan pulang bagi Riko dkk dengan menyetop kendaraan truk yang sedang lewat menuju Cakra. kemudian Saya, pak Darlani, pak Fattah dan pak Yan cepat-cepat kembali pulang ke rumah untuk segera menunaikan ibadah shalat jumat.
Keesokan harinya, sebelum sampai ke teras kantor seorang siswa melapor kepada saya bahwa ada banyak siswa yang membawa senjata tajam di bis sekolah. Saya juga mendapat kabar bahwa kelompok Andre dkk tidak ada masuk sekolah, mereka ikut naik bis sekolah tetapi tidak ada yang sampai ke sekolah. Hati saya mulai gelisah sepertinya anak-anak gengster ini memang sudah tidak sayang nyawanya lagi. Saya kemudian mengkomunikasikan hal tersebut dengan seluruh guru yang ada dan kemudian saya kumpulkan semua siswa di lapangan serba rusak sekolah. pertama saya panggil semua yang tergabung dalam geng Riko berikut seluruh keronco-keronconya, kemudian saya panggil semua siswi sentekan dan menanyakan kepada mereka kemana Andre dkk berada.
Saya "tolong kasih tau saya teman-teman kalian yang laki-laki dimana sekarang??katanya mereka turun semua tetapi tidak ada yang sampai ke sekolah"
Siswi sentekan " kami tidak tau pak kemana mereka"
Anis, pacar Andre yang juga berasal dari sentekan saya interogasi, sampai ia meneteskan air mata semangkok tetap teguh pada pendiriannya tidak mau mengakui keberadaan andre dkk"
Saya kemudian bertanya kepada mereka kembali dengan menggunakan taktik polisi tak berpangkat.
Saya "tolong kasih tau kami keberadaan teman-teman kalian itu, karena ini bukan masalah kecil, kalian tau kalau ini dibiarkan nyawa teman kalian bisa melayang, kalian nanti juga akan ikut terseret mempertanggungjawabkan kengotottan kalian jika tidak mau memberitau kami"
Akhirnya mereka mengalah mungkin karena takut dengan gertakan saya atau juga karena sudah merasa capek ditanyai terus bahwasanya andre dkk bersama beberap orang bantuan dari geng perdana sedang berkumpul di jalan poros menunggu Riko dkk pulang.
Akhirnya beberapa orang guru kemudian mengambil tindakan cepat menuju tempat yang dimaksud untuk mencari andre dkk. Ibu Rasmina Sitohang yang ikut menyaksikan langsung meskipun dari kaca Bus sekolah yang sudah rapuh kejadian kemarin dimana riko dkk dikejar-kejar dengan menggunakan senjata tajam mengambil inisiatif menghubungi Petugas keamanan Perusahaan yang terdiri dari satuan Brimob dan TNI.
Dua mobil petugas keamanan perusahaan yang terdiri dari Satpam prusahaan, Brimob dan seorang petugas TNI diterjunkan ke sekolah untuk melihat dan mengendalikan situasi.
Saya "para siswa saya minta jangan membubarkan diri dulu, silahkan kalau kalian kepanasan berlindung di depan kelas, atau dibawah pohon karena nanti akan ada arahan dari bapak polisi"
Siswa " aduh pak..lapaaaaar"
Saya " kalian lapar, saya lebih lapar lagi, mari kita sama-sama bersabar dalam lapar"
Tidak lama setelah petugas keamanan datang, bapak-bapak guru yang ikut mencari keberadaan andre dkk sudah kembali dengan badan basah kuyup dengan keringat yang penuh dengan kekesalan karena sudah diajak spring dengan kelompok andre. bersama mereka sebuah truk yang berisi pasukan andre dkk kemudian diturunkan dan langsung disuruh berbaris oleh para petugas keamanan.
Para siswa yang tadinya sudah mulai lemas karena kelamaan di menunggu kapan dibubarkan kembali semangat dengan hadirnya drama gratis yang akan dipertontonkan oleh pasukan keamanan dan para gengster sekolah. seorang penyusup dalam kelompok andre kemudian diminta untuk naik ke teras sekolah. setelah diinterogasi oleh salah seorang anggota Brimob kemudian dia diketahui beasal dari sebuah desa yang sedikit jauh dari Desa Long Beleh Haloq, iapun mendapatkan sedikit santapan tangan kanan dan kiri sang brimob masing-masing 2 kali karena seakan-akan melakukan perlawanan. ketika santapan itu terjadi semua yang hadir menyaksikan drama tidak terhormat itu dari kalangan siswa, guru, bahkan banyak dari penduduk long beleh yang berkerumun dipinggir jalan menyaksikan drama yang terjadi disekolah, semuanya terdiam dan menelan ludah beberapa kali, ada yang sambil memegang pipinya, ada yang melototkan matanya, ada yang melongo seperti tidak tau apa-apa, ada yang menghapus liurnya tidak sengaja menetes dan ada yang hanya geleng-geleng kepala tanda kagum yang tak terkatakan.
Setelah diberikan arahan, nasehat dan sedikit ancaman dari para petugas keamanan kedua kelompok kemudian diajak untuk berdamai, mereka disuruh bersalaman dan berpelukan meskipun mereka melakukannya dengan terpaksa yang dapat dilihat dari pancaran wajah-wajah mereka yang tersenyum kecut tak membahagiakan. Hari itu semua lelah dengan ulah para gengster, para siswapun dirugikan dengan tidak bisa menjalani rutinitas sekolah seperti biasanya dan para gurupun telah dibuat pusing seratus keliling.
Semoga Riko, Andre dan semua yang terlibat dalam drama hari itu telah menyadari akan ruginya bermusuhan dengan teman sendiri, dan semoga mereka semua mendapatkan kesuksesan di kehidupan mereka yang baru.

Kamis, 17 Maret 2016

Saya Minta Maaf Pak.. 2008 Kali

Hari itu tepatnya disuatu hari dibulan agustus tahun 2008, pagi yang cerah, mentari dengan gagahnya tanpa rasa malu menampakkan dirinya memancarkan sinar ultraviolet yang menyakitkan tanpa ada awan yang berani menghalangi. Saya berdiri didepan kantor sekolah sambil memegang mic yang terhubung ke pengeras suara, didepan saya berbaris para siswa yang berharap barisan segera dibubarkan karena sengatan panas mentari yang tanpa ampun menyerang sel-sel kulit mereka. dengan sedikit santun saya mengucapkan beberapa kata pembuka maksud dan tujuan mereka dikumpulkan. Berdasarkan hasil rapat dewan guru bersama wakil kepala sekolah yang sudah bertahun-tahun tidak pernah diganti sampai dengan saat tulisan ini dibuat, diputuskan bahwa untuk menyambut dan memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia sekolah akan mengadakan beberapa kegiatan seperti lomba-lomba antar kelas, pawai obor, dan tentunya Upacara 17 Agustus. Setelah pengumuman tentang rencana pelaksanaan acara dan teknis pelaksanaannya, yang ditunggu-tunggu oleh para siswapun tiba yaitu pembubaran barisan. Tidak berselang lama setelah barisan dibubarkan beberapa siswa datang menghadap kepada saya untuk meminta ijin dalam beberapa hari karena mereka diminta untuk mengikuti kegiatan pramuka di kota kecamatan oleh salah seorang pembina pramuka terkemuka di sebuah estate perusahaan sawit. Setelah berkonsultasi dengan dewan guru lainnya dan juga dengan bapak Wakil kepala sekolah kamipun memutuskan untuk tidak memberikan ijin karena sekolah punya acara sendiri sehingga kebersamaan antara sesama siswa harus tetap dijaga. Mariana,sikecil yang cerdik, pintar dan sangat aktif, pernah datang kesekolah dipagi hari sambil meraung-raung ketakutan karena melihat hantu kecil gundul bermuka sangat tidak menyenangkan untuk dilihat sedang merayap-rayap didinding wc sekolah.setelah diteliti lebih lanjut ternyata mariana hari itu habis bertengkar dengan orang tuanya, mungkin saking kesalnya sehingga sigundul memiliki kesempatan untuk melancarkan hobbinya memanas-manasi perasaan manu sia. Bersama dengan Jamaluddin siswa yang sangat jago dalam hitung menghitung, orangnya berperawakan cukup tinggi, muka pas-pasan, tetapi hebat dalam memikat hati lawan jenisnya yang belum sadar akan arti sebuah gombalan. Mariana dan Jamaluddin bersama beberapa temannya tetap ngotot untuk mengikuti kegiatan pramuka di kota kecamatan meskipun tanpa ijin dari dewan guru. Ketika acara pembukaan lomba antar kelas dimulai para siswa datang kepada saya untuk melakukan protesnya karena mereka mengira sekolah telah memberikan ijin kepada Jamaluddin dkk. Dengan penuh kesabaran menahan kekesalan karena Jamal dkk berani menabrak larangan dewan guru, saya mencoba menenangkan para siswa yang melakukan protes dan menjanjikan sanksi bagi Jamal dkk kepada mereka.
Pada hari terakhir perlombaan antar kelas Mariana, jamal dkk ditemani pelatih mereka datang ke sekolah sepulang dari kegiatan pramuka mereka di kota kecamatan dengan menumpang Mobil andalan perusahaan. Sambil cengar cengir nggak tahu malu mereka memasuki kawasan sekolah dan kemudian masuk ke dalam kantor sekolah sambil membawa sebuah piala, gaya memuakkan mereka yang penuh kebualan dengan pialanya, seakan-akan menunjukkan kepada teman-temannya yang sedang bertanding dalam perlombaan antar kelas bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah kebanggaan yang tiada batas. Saya hanya bisa tersenyum kecut sambil berkata dalam hati "tunggu giliran kalian besok".
Keesokan harinya sebelum kegiatan dimulai lonceng berbunyi sebanyak lima kali dengan lantang sebagai tanda para siswa harus segera berkumpul di lapangan serbaguna sekolah. seperti biasa mic kecil yang tidak pernah bosan menemani saya dalam menyampaikan pengumuman dan pemberitahuan yang nggak penting apalagi yang penting. Saya memulai dengan berkata "Alhamdulillah..hari ini teman-teman kalian yang kabur beberapa hari yang lalu sudah hadir kembali bersama kita disini dan saya minta kepada mereka untuk membuat barisan sendiri didepan". Mariana dkk kemudian maju kedepan dan berbaris dengan lurus meskipun tidak rapi. Saya melanjutkan "Gimana kabar kalian hari ini?". Mereka menjawab dengan suara pelan, serak karena terpaksa menjawab "baik pak. Saya berkata "masa anggota pramuka jawabnya seperti itu?yang semangat dong (dengan sedikit tekanan nada tinggi)". Dengan kompak dan lantang mereka menjawab "Baik Pak. Saya berkata "Jamal..tau kesalahan apa yang telah kalian lakukan??". Jamal menjawab "tau pak". saya berkata "jamal..ko pake sendal, katanya anak pramuka?ko kesekolah pake sendal, memang diajarkan seperti itu ya di pramuka?". Jamal dkk diam sejuta bahasa. Saya kemudian melanjutkan "karena kalian tidak mau mengikuti apa yang telah diputuskan oleh guru-guru kalian dan kalian juga telah menghianati teman-teman kalian maka dengan ini saya memberikan sanksi kepada kalian, apakah kalian masih mau menjadi anak-anak kami yang bisa kami banggakan atau tidak, semua itu terserah kepada diri kalian sendiri. Sanksi kali ini adalah kalian harus menulis kalimat SAYA MINTA MAAF PAK sebanyak 2008 kali karena tahun ini adalah tahun 2008, saya beri waktu 3 hari untuk menyelesaikan tugas kalian ini, dimengerti??". Mereka dengan kompak dan lantang menjawab "mengerti pak.."  Sejak saat itu Jamal, Mariana dkk disibukkan dengan tulisan Saya Minta Maaf Pak. Di dalam kelas, di warung, ditempat tidur, dan dimana saja ada tempat yang bagus untuk menulis mereka terus menulis untuk menyelesaikan tugas mereka. Terkadang teman-teman Jamal menawarkan diri untuk membantu dalam menulis tugasnya, tetapi dengan tegas Jamal menolaknya, bukan karena Jamal memiliki prinsip kesetiaan tetapi karena takut tugasnya menulis akan diulang dari awal kembali jika ketahuan ada orang yang membantunya menuliskan tugasnya. Gole salah seorang teman jamal yang setia menemani Jamal dalam kesedihannya menjalani sanksinya. 3 hari setelah sanksi tersebut dijatuhkan dari langit mulut saya telah berlalu dan para siswa dikumpulkan kembali di pagi itu selain untuk mengumumkan pemenang lomba antar kelas, rencana acara pawai obor, serta persiapan latihan upacara 17 agustus saya juga kembali memanggil Jamal dkk untuk membuat barisan paling depan. Saya kemudian berkata "karena hari ini adalah hari keempat setelah sanksi terhadap Jamal dkk, maka saya minta kepada kalian Jamal, Mariana dan yang lainnya untuk mengumpulkan tugasnya" Jamal dkk kemudian maju satu persatu membawa tugas yang telah ditulisnya sejak 3 hari yang lalu. saya mengecek satu persatu tugas mereka beberapa saat dan kemudian melanjutkan "setelah memeriksa tugas yang kalian tulis ini secara seksama maka saya sampaikan bahwa kalian adalah siswa-siswa kami yang bisa kami banggakan" tepuk tangan riuhpun tak terhindarkan lagi yang dilakukan oleh seluruh siswa tanpa peduli lagi dengan panasnya sengatan sinar matahari. Mereka tidak peduli lagi dengan mulesnya lutut mereka karena kelamaan berdiri, mereka gembira dengan suntikan kata-kata yang baru saya sampaikan. Sungguh kalimat SAYA MINTA MAAF PAK 2008 kali itu kekal dalam hati saya hingga saat ini dan saat nanti.

Selasa, 15 Maret 2016

Hafalan Unsur Kimia

Selasa 15 Maret 2016

Hari ini cukup melelahkan, praktek mata pelajaran IPA dilaksanakan bagi siswa kelas 9. Jam 8 pagi siswa kelas 9 A secara bergantian menonjolkan batang hidungnya (ada yang mancung ada yang pesek, ada yang terbelah ada yang kemerahan bukan karena malu tapi karena keberatan menahan ingus super kental yang tak kunjung habis) di ruang Guru Sekolah, mereka menghadap untuk melaksanakan praktek. kali ini mereka harus menghafalkan nama-nama unsur kimia yang berjumlah lebih dari 80. Afrida orangnya kecil, gesit dan suaranya lumayan merdu, kalau menyanyi monyet juga akan tutup telinga. Dengan gayanya yang khas dan selalu dipenuhi dengan senyuman tak bermakna afrida menghadap pertama kali seakan-akan hafalan unsur kali ini akan dilumatnya sampai habis tak tersisa. Huruf H ditunjuk oleh sang guru dan dengan dengan meyakinkan dan suara serak-serak keringnya afrida berkata Hidrogen. perlahan tapi tidak pasti afrida mampu menghafalkan beberapa nama unsur kimia meskipun pada akhirnya sang guru menyatakan "kamu ngulang" karena suara afrida tertahan di kerongkongannya bukan karena tersedak tapi karena ingatannya mulai ngelantur. peserta kedua adalah seorang yang sebangsa dengan afrida biasa dipanggil maria. orangnya kalem, pintar dan sejenis dengan afrida yang selalu tersenyum sendiri. berbeda dengan afrida maria mampu menuntaskan semua hafalannya dengan cukup baik meskipun ada kesalahan yang masih bisa dimaafkan oleh sang guru. Anggi Febrianti siswa pindahan dari smp airlangga Balik Papan ini sangat energik, mudah bergaul, periang, saking periangnya hantu sekolahanpun kesemsem sama dia hingga pernah suatu hari seorang guru harus berjibaku untuk melepaskan pelukan hantu itu dari anggi sampai akhirnya anggi siuman dari rasukan yang menggerogotinya selama beberapa menit. anggi termasuk anak yang pintar, hafalannya lumayan bagus, saking bagusnya ia harus mengulang kedua kalinya menghadap sang guru untuk bisa mendapatkan nilai prakteknya. Selly novita sari termasuk siswi yang pintar, sabar, lemah lembut, manis mungkin karena kelebihan gula dengan gayanya yang aduhai mampu menyelesaikan hafalannya dengan baik meskipun harus berjibaku dengan otaknya yang lagi eror sehingga hampir saja dia menghasilkan 5 kesalan sebagai batas maksimal kelulusan menghafal. Devi azalia, dulu orang tuanya kepengen sekali memiliki anak cowo karena anak pertama mereka cewe tetapi takdir berkata lain setelah berjibaku dengan maut akhirnya ibunya yang terkasih melahirkan anak cewe yang kedua kalinya mungkin kalau yang dilahirkan itu cowo bakal diberi nama DEDI tetapi karena cewe maka dikasih nama DEVI, devi termasuk mahluk tuhan yang langka orangnya cerdas, maunya menang sendirian, pemberani, pujungan, kalau ketawa serasa dunia ini hanya miliknya. Devi termasuk orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi sehingga hafalannya banyak yang terbolak balik hingga akhirnya ia mampu menyelesaikan prakteknya dengan ngosngosan. beberapa siswi kemudian menyusul menyetorkan hafalannya sintike dan sri khusnul yes,sambo fitri,alminani dan siswi lainnya no. sedangkan untuk putranya semua mengundurkan diri terlebih dahulu meminta waktu tambahan karena memang jaman sekarang pelajar2 cowo rata2 kurang bertaji. Sang guru kemudian mengumumkan kepada siswa kelas 9B untuk menyetorkan hafalannya. Trio CeCePe (cewe2 pendek) yang pertama kali datang menghadap Irma Suryani siswi pintar, anak sunda yang kebetulan akan mengalami nasib buruk hari ini (disiram air comberan dan semua yang berbau jorok karena ULTAH) dengan santai dan penuh dengan kedinamisan irma mampu menyelesaikan hafalannya dengan moaaantap. Fitriani anggota cecepe yang pernah dirawat di Rumah Sakit karena keberaniannya uji nyali dengan loncat dari Truk sekolah secara tidak sengaja juga mampu menyelesaikan hafalannya meskipun dengan sedikit kesalahan. Leswati anggota cecepe selanjutnya harus 2 kali datang menghadap sang guru karena hafalannya yang kocar kacir. Rudiansyah satu-satunya siswa dari klan laki-laki yang mampu menyelesaikan hafalannya hari ini walaupun harus memutar otaknya 180 derajat. Hingga waktu yang ditunggu-tunggupun tiba yaitu kemurkaan sang guru karena setelah itu tak ada satupun siswa yang mau datang menghadap mungkin karena takut, malu atau karena lapar. sang gurupun bertindak dengan mengumpulkan mereka di lapangan serba rusak untuk diberikan pengarahan dan ancaman yang tidak menakutkan agar mereka segera menyelesaikan tugas prakteknya. sampai waktu istirahat kedua tak ada satupun dari siswa yang bersedia menyetorkan hafalannya sehingga dengan sangat berat hati sang guru membubarkan mereka dan memberi waktu kepada mereka untuk menyelesaikan hafalannya keesokan harinya.