Selasa 15 Maret 2016
Hari ini cukup melelahkan, praktek mata pelajaran IPA dilaksanakan bagi siswa kelas 9. Jam 8 pagi siswa kelas 9 A secara bergantian menonjolkan batang hidungnya (ada yang mancung ada yang pesek, ada yang terbelah ada yang kemerahan bukan karena malu tapi karena keberatan menahan ingus super kental yang tak kunjung habis) di ruang Guru Sekolah, mereka menghadap untuk melaksanakan praktek. kali ini mereka harus menghafalkan nama-nama unsur kimia yang berjumlah lebih dari 80. Afrida orangnya kecil, gesit dan suaranya lumayan merdu, kalau menyanyi monyet juga akan tutup telinga. Dengan gayanya yang khas dan selalu dipenuhi dengan senyuman tak bermakna afrida menghadap pertama kali seakan-akan hafalan unsur kali ini akan dilumatnya sampai habis tak tersisa. Huruf H ditunjuk oleh sang guru dan dengan dengan meyakinkan dan suara serak-serak keringnya afrida berkata Hidrogen. perlahan tapi tidak pasti afrida mampu menghafalkan beberapa nama unsur kimia meskipun pada akhirnya sang guru menyatakan "kamu ngulang" karena suara afrida tertahan di kerongkongannya bukan karena tersedak tapi karena ingatannya mulai ngelantur. peserta kedua adalah seorang yang sebangsa dengan afrida biasa dipanggil maria. orangnya kalem, pintar dan sejenis dengan afrida yang selalu tersenyum sendiri. berbeda dengan afrida maria mampu menuntaskan semua hafalannya dengan cukup baik meskipun ada kesalahan yang masih bisa dimaafkan oleh sang guru. Anggi Febrianti siswa pindahan dari smp airlangga Balik Papan ini sangat energik, mudah bergaul, periang, saking periangnya hantu sekolahanpun kesemsem sama dia hingga pernah suatu hari seorang guru harus berjibaku untuk melepaskan pelukan hantu itu dari anggi sampai akhirnya anggi siuman dari rasukan yang menggerogotinya selama beberapa menit. anggi termasuk anak yang pintar, hafalannya lumayan bagus, saking bagusnya ia harus mengulang kedua kalinya menghadap sang guru untuk bisa mendapatkan nilai prakteknya. Selly novita sari termasuk siswi yang pintar, sabar, lemah lembut, manis mungkin karena kelebihan gula dengan gayanya yang aduhai mampu menyelesaikan hafalannya dengan baik meskipun harus berjibaku dengan otaknya yang lagi eror sehingga hampir saja dia menghasilkan 5 kesalan sebagai batas maksimal kelulusan menghafal. Devi azalia, dulu orang tuanya kepengen sekali memiliki anak cowo karena anak pertama mereka cewe tetapi takdir berkata lain setelah berjibaku dengan maut akhirnya ibunya yang terkasih melahirkan anak cewe yang kedua kalinya mungkin kalau yang dilahirkan itu cowo bakal diberi nama DEDI tetapi karena cewe maka dikasih nama DEVI, devi termasuk mahluk tuhan yang langka orangnya cerdas, maunya menang sendirian, pemberani, pujungan, kalau ketawa serasa dunia ini hanya miliknya. Devi termasuk orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi sehingga hafalannya banyak yang terbolak balik hingga akhirnya ia mampu menyelesaikan prakteknya dengan ngosngosan. beberapa siswi kemudian menyusul menyetorkan hafalannya sintike dan sri khusnul yes,sambo fitri,alminani dan siswi lainnya no. sedangkan untuk putranya semua mengundurkan diri terlebih dahulu meminta waktu tambahan karena memang jaman sekarang pelajar2 cowo rata2 kurang bertaji. Sang guru kemudian mengumumkan kepada siswa kelas 9B untuk menyetorkan hafalannya. Trio CeCePe (cewe2 pendek) yang pertama kali datang menghadap Irma Suryani siswi pintar, anak sunda yang kebetulan akan mengalami nasib buruk hari ini (disiram air comberan dan semua yang berbau jorok karena ULTAH) dengan santai dan penuh dengan kedinamisan irma mampu menyelesaikan hafalannya dengan moaaantap. Fitriani anggota cecepe yang pernah dirawat di Rumah Sakit karena keberaniannya uji nyali dengan loncat dari Truk sekolah secara tidak sengaja juga mampu menyelesaikan hafalannya meskipun dengan sedikit kesalahan. Leswati anggota cecepe selanjutnya harus 2 kali datang menghadap sang guru karena hafalannya yang kocar kacir. Rudiansyah satu-satunya siswa dari klan laki-laki yang mampu menyelesaikan hafalannya hari ini walaupun harus memutar otaknya 180 derajat. Hingga waktu yang ditunggu-tunggupun tiba yaitu kemurkaan sang guru karena setelah itu tak ada satupun siswa yang mau datang menghadap mungkin karena takut, malu atau karena lapar. sang gurupun bertindak dengan mengumpulkan mereka di lapangan serba rusak untuk diberikan pengarahan dan ancaman yang tidak menakutkan agar mereka segera menyelesaikan tugas prakteknya. sampai waktu istirahat kedua tak ada satupun dari siswa yang bersedia menyetorkan hafalannya sehingga dengan sangat berat hati sang guru membubarkan mereka dan memberi waktu kepada mereka untuk menyelesaikan hafalannya keesokan harinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar