Selasa, 22 Maret 2016

DrAmA TaWuRaN

Kejadian heboh kali ini terjadi di tahun 2014, tawuran yang memalukan antar geng satu sekolah telah meluluh lantakkan harkat dan martabat sekolah. Geng Cakra yang dipimpin Riko dkk melawan geng Sentekan yang dipimpin Andre dkk. Riko seorang keturunan majapahit sebenarnya termasuk manusia yang berhati baik. Dia bersama adiknya memimpin geng cakra dengan dibantu oleh preman-preman belia long beleh haloq. Dengan adanya bekingan dari geng long beleh Riko dkk merasa diatas angin atas semua geng yang ada di SMPN 2 Kembang Janggut. Riko orangnya kalem, badan tegap, besar, tinggi tapi raut wajahnya adem sehingga semua wanita akan tertipu dengan penampakannya dan mudah untuk jatuh dalam rayuan bohongnya. Dalam kesehariannya Riko cukup aktif di sekolah, baik dalam hal baris berbaris, aktif dalam setiap kegiatan dan gampang sekali memikat hati guru dengan kemudahannya untuk disuruh-suruh, apalagi kalau yang nyuruh itu ibu guru bersuara lantang membahana RASMINA SITOHANG maka Riko tanpa pikir panjang akan langsung memamtuhi perintah sang guru. Sedangkan Andre seorang siswa pindahan dari Desa Tuana Tuha, salah satu desa di kecamatan Kembang Janggut yang terkenal akan ilmu magisnya. orangnya sama seperti Riko, tegap, tinggi, badan besar dan kelihatan sekali dari mukanya kalau dia paling hobi dalam hal jagur menjagur.Geng sentekan mendapat bekingan dari geng perdana yang umumnya sekolah di SMP dan SMK perdana, sehingga ketika masa jam sekolah geng sentekan tidak dapat berbuat banyak menghadapi geng cakra karena bekingan mereka lagi offair, mereka hanya bisa menunjukkan tajinya ketika jam sekolah sudah selesai. Hari itu sepulang dari sekolah sesaat sebelum saya ganti baju dan bersiap untuk mengikuti ibadah mingguan yaitu shalat jumat atau sekitar jam 11 waktu long beleh haloq, handphone jadul saya Nokia C2 03 yang selalu menemani kemanapun saya melangkah tiba-tiba berbunyi menyanyikan reff lagu ayu ting ting yang saya kagumi karena keimutannya yaitu lagu sik asik, perlahan saya angkat handphone dan terdengar suara menggelgar dari arah seberang.
Bu tohang "halo pak, cepat kita ke pulau sini anak-anak cakra dikejar-kejar sama anak-anak perdana dengan menggunakan senjata tajam
Saya "apa??iya-iya
Saya kemudian menghubungi Bapak Darlani, Pak Fattah, dan Pak Yan untuk segera berangkat ke tempat yang dimaksud bu Tohang. Kami tidak menemukan lagi kelompok perdana yang dimaksud bu tohang, tetapi dibalik kebun sawit milik warga sayup-sayup kami dengar suara beberapa orang yang memanggil kami dengan suara ngosngosan.
Riko dkk "pak..pak.."
Pak Darlani " sini jangan lari dan g usah takut..apa yang terjadi dengan kalian"
Riko "tadi kami sudah mendapat kabar bahwa kami akan diserang sama anak perdana, makanya pas pulang sekolah kami diantar sama anak-anak long beleh sampai di pertigaan jalan poros, setelah mereka kembali pulang kami jalan lewat jalan poros ini sambil menunggu mobil sekolah, tiba-tiba puluhan orang datang dari belakang kami sambil berlari dan ada yang naik motor sambil mengayunkan senjata tajam dan berteriak-teriak kearah kami, kami langsung kabur melarikan diri masuk kedalam kebun sawit ini".
Saya " ceritanya gimana, ko bisa anak perdana mau nyerang kalian, memangnya kalian ada masalah dengan anak perdana".
Riko "kami juga nggak tau pak, cuma setau kami mereka adalah kompolatannya anak sentekan yang lagi bermasalah dengan kami"
Saya " ya sudah kalian pulang saja dulu, besok kita proses"
Saya dan Pak Darlani kemudian berinisiatif mencarikan tumpangan pulang bagi Riko dkk dengan menyetop kendaraan truk yang sedang lewat menuju Cakra. kemudian Saya, pak Darlani, pak Fattah dan pak Yan cepat-cepat kembali pulang ke rumah untuk segera menunaikan ibadah shalat jumat.
Keesokan harinya, sebelum sampai ke teras kantor seorang siswa melapor kepada saya bahwa ada banyak siswa yang membawa senjata tajam di bis sekolah. Saya juga mendapat kabar bahwa kelompok Andre dkk tidak ada masuk sekolah, mereka ikut naik bis sekolah tetapi tidak ada yang sampai ke sekolah. Hati saya mulai gelisah sepertinya anak-anak gengster ini memang sudah tidak sayang nyawanya lagi. Saya kemudian mengkomunikasikan hal tersebut dengan seluruh guru yang ada dan kemudian saya kumpulkan semua siswa di lapangan serba rusak sekolah. pertama saya panggil semua yang tergabung dalam geng Riko berikut seluruh keronco-keronconya, kemudian saya panggil semua siswi sentekan dan menanyakan kepada mereka kemana Andre dkk berada.
Saya "tolong kasih tau saya teman-teman kalian yang laki-laki dimana sekarang??katanya mereka turun semua tetapi tidak ada yang sampai ke sekolah"
Siswi sentekan " kami tidak tau pak kemana mereka"
Anis, pacar Andre yang juga berasal dari sentekan saya interogasi, sampai ia meneteskan air mata semangkok tetap teguh pada pendiriannya tidak mau mengakui keberadaan andre dkk"
Saya kemudian bertanya kepada mereka kembali dengan menggunakan taktik polisi tak berpangkat.
Saya "tolong kasih tau kami keberadaan teman-teman kalian itu, karena ini bukan masalah kecil, kalian tau kalau ini dibiarkan nyawa teman kalian bisa melayang, kalian nanti juga akan ikut terseret mempertanggungjawabkan kengotottan kalian jika tidak mau memberitau kami"
Akhirnya mereka mengalah mungkin karena takut dengan gertakan saya atau juga karena sudah merasa capek ditanyai terus bahwasanya andre dkk bersama beberap orang bantuan dari geng perdana sedang berkumpul di jalan poros menunggu Riko dkk pulang.
Akhirnya beberapa orang guru kemudian mengambil tindakan cepat menuju tempat yang dimaksud untuk mencari andre dkk. Ibu Rasmina Sitohang yang ikut menyaksikan langsung meskipun dari kaca Bus sekolah yang sudah rapuh kejadian kemarin dimana riko dkk dikejar-kejar dengan menggunakan senjata tajam mengambil inisiatif menghubungi Petugas keamanan Perusahaan yang terdiri dari satuan Brimob dan TNI.
Dua mobil petugas keamanan perusahaan yang terdiri dari Satpam prusahaan, Brimob dan seorang petugas TNI diterjunkan ke sekolah untuk melihat dan mengendalikan situasi.
Saya "para siswa saya minta jangan membubarkan diri dulu, silahkan kalau kalian kepanasan berlindung di depan kelas, atau dibawah pohon karena nanti akan ada arahan dari bapak polisi"
Siswa " aduh pak..lapaaaaar"
Saya " kalian lapar, saya lebih lapar lagi, mari kita sama-sama bersabar dalam lapar"
Tidak lama setelah petugas keamanan datang, bapak-bapak guru yang ikut mencari keberadaan andre dkk sudah kembali dengan badan basah kuyup dengan keringat yang penuh dengan kekesalan karena sudah diajak spring dengan kelompok andre. bersama mereka sebuah truk yang berisi pasukan andre dkk kemudian diturunkan dan langsung disuruh berbaris oleh para petugas keamanan.
Para siswa yang tadinya sudah mulai lemas karena kelamaan di menunggu kapan dibubarkan kembali semangat dengan hadirnya drama gratis yang akan dipertontonkan oleh pasukan keamanan dan para gengster sekolah. seorang penyusup dalam kelompok andre kemudian diminta untuk naik ke teras sekolah. setelah diinterogasi oleh salah seorang anggota Brimob kemudian dia diketahui beasal dari sebuah desa yang sedikit jauh dari Desa Long Beleh Haloq, iapun mendapatkan sedikit santapan tangan kanan dan kiri sang brimob masing-masing 2 kali karena seakan-akan melakukan perlawanan. ketika santapan itu terjadi semua yang hadir menyaksikan drama tidak terhormat itu dari kalangan siswa, guru, bahkan banyak dari penduduk long beleh yang berkerumun dipinggir jalan menyaksikan drama yang terjadi disekolah, semuanya terdiam dan menelan ludah beberapa kali, ada yang sambil memegang pipinya, ada yang melototkan matanya, ada yang melongo seperti tidak tau apa-apa, ada yang menghapus liurnya tidak sengaja menetes dan ada yang hanya geleng-geleng kepala tanda kagum yang tak terkatakan.
Setelah diberikan arahan, nasehat dan sedikit ancaman dari para petugas keamanan kedua kelompok kemudian diajak untuk berdamai, mereka disuruh bersalaman dan berpelukan meskipun mereka melakukannya dengan terpaksa yang dapat dilihat dari pancaran wajah-wajah mereka yang tersenyum kecut tak membahagiakan. Hari itu semua lelah dengan ulah para gengster, para siswapun dirugikan dengan tidak bisa menjalani rutinitas sekolah seperti biasanya dan para gurupun telah dibuat pusing seratus keliling.
Semoga Riko, Andre dan semua yang terlibat dalam drama hari itu telah menyadari akan ruginya bermusuhan dengan teman sendiri, dan semoga mereka semua mendapatkan kesuksesan di kehidupan mereka yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar