Jumat, 25 Maret 2016

BOCAH - BOCAH AJAIB

Dulu.. bagi  saya mereka adalah bocah-bocah ajaib karena memang nggak ada yang mirip sama mereka waktu itu, tetapi sekarang mereka sudah menjadi bocah-bocah kadaluarsa. Nunuk seorang bocah yang umur 10 tahun sudah masuk di SMP, anaknya memang cerdas, sangat polos, suaranya masih kebalita-balitaan, sangat dekat dengan saya karena sering saya minta untuk membawakan saya sayur bayam 2 ikat dan tempe bungkus daun 10 biji. Nunuk bermukim di sebuah estate perusahaan sawit 6 km dari Dermaga Long beleh haloq, punya saudari yang bernama Eka yang juga sekolah di SMPN 2 Kbj setingkat dengan adiknya. Geneli, seorang keturunan dari daerah timur Nusa Tenggara, orangnya lumayan pendek, mukanya lucu tapi sangar, pendiam tapi jarang ngomong, sangat kuat dalam hal ingat mengingat.Geneli masuk di SMPN 2 Kbj bersamaan dengan Nunuk yaitu tahun 2005 tinggal disebuah estate perusahaan sawit yang bernama Sentekan estate. Agung, bocah dengan berat badan diatas ideal, kalau makan seakan akan lupa untuk berhenti, Bersama dengan Geneli dan Nunuk, Agung termasuk siswa yang kepintarannya diatas rata-rata orang yang tidak pintar. Satu lagi, Bayu, bocah yang sangat periang, sering ketawa meskipun tidak lucu, sering dikerumuni sama teman-temannya yang beda jenis kelamin, kepintarannya setara dengan 3 bocah ajaib yang telah saya sebutkan sebelumnya. Bersama dengan bocah-bocah yang lain, Meri, Abdullah, Eka, Intan, Ririn dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan semuanya dalam cerita ngeramput ini, mereka telah memberi warna bagi kehidupan suka dan duka, ceria dan muramnya SMPN 2 Kembang Janggut. Pada suatu hari di tahun 2006 bapak Kepala sekolah memberitahukan akan adanya undangan untuk mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten. Saya ditunjuk untuk melakukan seleksi terhadap 4 orang siswa yang layak untuk dibawa serta berjuang pusing-pusingan di Tenggarong bersama dengan ratusan siswa lainnya dari sekolah menengah tingkat pertama negeri maupun swasta se-kabupaten kutai kartanegara. Waktu 2 minggu bagi saya untuk menyaring dari sekian puluh siswa dan memilih 4 siswa diantaranya. Saya kemudian bergerak cepat bak superman yang terkejut karena mimpi buruk. pertama-tama saya umumkan melalui papan pengumuman akan adanya seleksi untuk mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten, dan siapa saja boleh ikut untuk diseleksi. Lebih dari 10 orang berminat untuk ikut dalam seleksi tersebut. Saya kumpulkan mereka dan saya berikan pengarahan
Saya : "Alhamdulillah sekolah kita dapat undangan untuk ikut serta dalam lomba sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten dan waktu kalian adalah 10 hari dari sekarang untuk belajar, insya Allah sebelas hari kedepan saya akan melakukan tes kepada kalian untuk memilih 4 orang yang pantas untuk kami bawa ke tenggarong"
Nunuk :"Gimana cara kami belajar pak?"
Saya : "Selama 10 hari dari sekarang, kalian akan saya bebaskan untuk belajar dan meminjam buku di perpustakaan, nanti nama-nama kalian akan saya laporkan sama bu Ida agar diberikan kebebasan dalam meminjam buku, berapapun yang kalian mau pinjam, tapi ingat semua buku yang kalian pinjam harus tetap dicatat dan wajib kalian kembalikan nanti dalam keadaan sehat wal afiat tanpa robekan ataupun coretan sedikitpun"
Agung :"Jadi pak, kami bebas minjam buku ?"
Saya : " Iya, bebas sebebas-bebasnya"
Agung :"Asyik dong"
Saya : "Tapi gung...nggak bisa dimakan loh"
Agung : " Ah, bapak ini memangnya saya rayap"
Saya : "Silahkan kalian pelajari buku-bukunya, jawab sebanyak mungkin soal-soal yang ada, nanti akan saya panggil kembali jika ada yang penting untuk saya sampaikan. gimana, bisa dimengerti ?"
Nunuk dkk :"mengerti pak.."
Mulai saat itu Nunuk dkk menyibukkan diri mereka dengan belajar baik di kelas maupun diperpustakaan, setiap soal yang ada dibuku-buku sains dan bahasa inggris dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 mereka lahap tanpa ampun. Untunglah waktu itu belum ada sinyal handphone yang kuat di desa long beleh haloq sehingga mereka bisa lebih berkonsentrasi dalam belajar. Untuk urusan komunikasi masih menggunakan telephone satelit yang ada diwarung-warung telekomunikasi (wartel) yang dipasangi meteran rupiah dimana mata harus konsisten ke meteran tersebut selama melakukan hubungan telephone sebab kalau tidak maka uang disaku baju dan celana akan terkuras habis bahkan bisa saja pulangnya meninggalkan hutang yang membuat malu diri sendiri.
Pada hari kesebelas saya kemudian mengumpulkan mereka di sebuah rung kelas yang dekat dengan wc sekolah untuk melakukan seleksi terhadap mereka. saya membagikan masing-masing 1 lembar kertas hvs kosong.
Saya :"Silahkan kalian pilih jawaban yang benar a,b,c atau d, tuliskan dilembaran kertas itu, waktu menjawab hanya 1 menit 1 soal, jumlah soal 30. gimana bisa dimulai ?
Nunuk dkk :" iya pak"
Selama kurang lebih 30 menit proses seleksi saya laksanakan, hingga akhirnya terpilih 4 orang yang akan dibawa serta mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris di ibu kota kabupaten. mereka adalah Agung, Geneli, Bayu, dan Nunuk. 2 hari sebelum hari keberangkatan saya membuat surat permohonan bantuan transportasi speed boad ke perusahaan sawit (PT Reakaltim) untuk kami tumpangi dari long beleh haloq menuju kota bangun begitupun sepulangnya nanti. Saya juga membuat surat permohonan ijin kepada masing-masing orang tua siswa. Pada hari keberangkatan Saya, Bpk Wardani, Nunuk, Agung, Bayu, dan Geneli sudah siap dari pagi dengan bekal masing-masing, kami kemudian bertemu di dermaga Long Beleh Haloq, untuk selanjutnya sekitar jam 09.00 kami naik keatas speedboat yang dinahkodai oleh seorang bapak yang selama hidupnya tidak pernah rugi karena memang namanya adalah Untung. Speadboad kemudian berjalan pelan tapi pasti dan beberapa menit kemudian kelajuannya sudah menggetarkan jantung. Saya melihat raut muka bahagia di wajah Nunuk dkk, mereka bahagia karena bisa jalan-jalan kekota secara gratis, mereka bahagia karena untuk sementara omelan mama dan bapak mereka tidak terdengar lagi, mereka bahagia karena mereka pada akhirnya diberikan kesempatan untuk merasakan kendaraan para manager perusahaan yang tidak pernah mereka pakai biasanya mereka naik kapal yang ditumpangi puluhan orang dengan wangi yang berbeda-beda dan waktu tempo yang membosankan, mereka bahagia karena mereka terpilih untuk membawa nama harum sekolah.Sekitar 6 jam lebih kami baru sampai di ibukota kabupaten. kami menginap di rumah salah seorang Guru sejawat kami yaitu Bapak Darlani. Keesokan harinya kami berangkat kelokasi perlombaan dengan menumpang sebuah taksi. Agung, Nunuk, Geneli, dan Bayu dengan tenang, tertib, dan penuh percaya diri mengikuti tes olimpiade sains bersama dengan sekitar seratus siswa dari seluruh SMP dan sederajat se-kabupaten kutai kartanegara. Sore hari menjelang magrib saya pamit kepada Pak Dani karena saya harus melanjutkan perjalanan ke samarinda, saya juga meminta ijin untuk membawa serta Nunuk ke samarinda. Disamarinda saya dan nunuk menginap di Rumah paman saya. Saya kemudian memperkenalkan Nunuk kepada paman dan adik saya.
Adik saya berkata : "bocah ini sudah SMP ?"
Saya : "ya iyalah masa SMA?"
Adik saya :"kirain masih SD"
Saya : " harusnya sih begitu, umurnya aja masuk SMP masih 10 tahunan"
Keesokan harinya saya mengajak Nunuk untuk jalan-jalan ke sebuah Mall terbesar di Samarinda, sesampainya di Mall tersebut kamipun masuk kedalam sesaat kemudian Nunuk berlari keluar, saya kejar dia keluar .
Saya :"kenapa Nuk?"
Nunuk : "Pusing pak"
Saya :"kamu nih, gitu aja udah pusing, dilawan aja ntar lama-lama juga hilang pusingnya"
Setelah beberapa saat kemudian kamipun kembali masuk kedalam Mall, tidak lama setelah itu kami melewati sebuah stand penjual es krim, saya memperhatikan raut muka Nunuk yang sangat ngiler melihat es krim yang tidak seperti biasanya ia santap di pedalaman. saya kemudian bertanya.
Saya :"mau es krim nuk?"
Nunuk cuma diam seratus bahasa sambil menelan ludah serta mengangguk pelan.
Saya kemudian membelikan sebuah es krim coklat dan kamipun melanjutkan petualangan kami dalam mol, tiba-tiba..
Nunuk :"pak..pak..tangan saya"
Saya :"loh kenapa?ko bisa sampai romes gitu tangannya?"
Nunuk : "Aduh pak..kaya apa nih ?"
Saya : "cepat ke toilet sana, dibasuh tangannya"
Sekitar 2 Jam kami menikmati perjalanan keliling-keliling mall sambil melihat apa-apa saja yang tidak bisa kami beli.
Sore harinya saya mengontak pak Dani.
Saya :"Gimana pak, jadi nggak besok balik ke Long beleh"
Pak Dani : "jadi, kamu kesininya kapan?"
Saya : "nanti besok sekalian ikut bis dari samarinda, etam naik bis aja kalo?"
Pak Dani : "Iya..iya.."
Saya :"kita lagi dimana ni?ko rame kedengarannya?"
Pak Dani :"saya lagi di pasar"
Saya :"lopaaat..anak-anak dimana"
Pak Dani :" itu mereka tadi saya kasih masing-masing sangu untuk belanja, biar nggak ngganggu saya lagi ada teman spesial nih"
Saya : "dasar kita nih, y sudah sampai jumpa besok, nanti nunggu di terminal aja.
Keesokan harinya, kami kemudian berangkat kembali menuju long beleh haloq dengan menumpang bus sampai kota bangun dan naik speedboat perusahaan dari kota bangun ke long beleh haloq. 
Beberapa bulan setelah perlombaan itu bapak kepala sekolah memberikan kabar bahwa Nunuk dkk berhasil meraih Juara Harapan kedua. Kami tentu merasa sedikit bangga akan hal itu. 
Bocah-bocah yang saya anggap ajaib itu sekarang saya tidak tahu rimba belantaranya, kabarnya si Nunuk yang centil telah menjadi seorang karyawan di perusahaan sawit, Agung juga terlebih dahulu menjadi karyawan di perusahaan tersebut setelah ia manammatkan studi D3nya, Geneli sejak lulus dari SMP ini saya tidak pernah sama sekali melihat batang hidungnya.
 dan Bayu ??....@@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar