ABDULLAH
Salah satu siswa yang sampai sekarang masih sering menjalin komunikasi dengan saya adalah Abdullah. Mungkin karena Abdul termasuk orang yang senang dengan cerpen dan novel-novel berhaluan satire, makanya dalam setiap diskusi dengan saya amat teramat nyambung (bukan si amatnya yang bersambung).
Abdul adalah orang yang mempunyai semangat melebihi batas sehingga apapun akan ia hadapi dan dalam kondisi seperti apapun ia sanggup bertahan, jangankan manusia bahkan para jinpun takjub dengan semangat hidupnya. Abdul berasal dari keluarga yang rusak rumahnya (broken home), ia termasuk anak yatim yang tidak pernah melihat wajah bapaknya secara langsung. Abdul kemudian menjalani hari-harinya dibawah kasih sayang sang ibu, seorang ibu yang senantiasa tegar dan tabah dengan semua tantangan kehidupan. Sebenarnya Abdul bisa saja menyelesaikan studinya lebih cepat tetapi karena kondisi georafis tempat tinggalnya dengan sekolah pada waktu itu tidak mendukung maka iapun terpaksa berhenti dalam jangka 2 tahun. Ketika kesempatan untuk sekolah itu hadir dengan secepat kilat Abdul menyambarnya bagai ayam yang ketemu makanan setelah sekian lama mengais-ngais tempat sampah. Abdul tergolong orang dengan tingkat kecerdasan intelektual lebih dari cukup. Abdul sudah menjadi anak didik saya sejak ia berada di kelas 7, waktu itu saya mengajar bidang studi matematika. Jika kebanyakan siswa yang lain berkeringat dingin ketika pelajaran matematika Abdul malah kepanasan saking besarnya semangat dalam dirinya untuk segera menyambar setiap soal yang akan saya berikan. Selain tahan terhadap setiap cobaan, Abdul juga termasuk orang yang sangat tahan terhadap hinaan, hinaan-hinaan dari teman-temannya diterimanya dengan lapang perut, ia hanya tersenyum dan jarang untuk melakukan serangan balasan. Sejak kelas 8 ia tinggal bersama seorang Guru Penjas di perumahan guru, ya Pak Eko Sarnoto..guru penjas berkebangsaan Jawa Timur yang logatnya tidak pernah ia tinggal dan selalu dibawa kemana-mana. Abdul dan Pak Eko bagai pinang ngga dibelah-belah, mereka sering bersama-sama, saling berbagi dalam kesunyian. Abdul sangat setia menjadi tukang masaknya pak eko, tukang angkat air, tukang bersih-bersih dan tukang-tukang lainnya. Sebelum lulus Pak eko memberikan kenang-kenangan terindah kepada Abdul dan Abdul senantiasa membawa pemberian pak eko itu kemanapun ia melangkahkan kakinya. ya..pak eko telah mewariskan optimisme dan sifat percaya diri (PD) yang tiada tanding. Dua sifat inilah yang telah membawa Abdul dalam mengarungi kehidupannya kota kecamatan (SMA), menabrak semua tantangan kehidupan glamornya kota Samarinda saat ia menimba ilmu di kursi perkuliahan. Saya hanya membantunya membangun terus menerus semangat menggapai kesuksesan dalam dirinya dengan mengajaknya membaca Novel-novel satire karya Andrea Hirata yang menceritakan kesuksesan seorang Andrea berkeliling Eropa hanya dengan modal optimisme menggapai mimpi.
Hari itu setelah Abdul dinyatakan lulus dari SMA, ia datang menemui saya, menginap dirumah reot saya yang penuh keindahan. Dalam obrolan kami saya kemudian bertanya kepadanya "Dul..gimana kamu lanjut sekolah ngga??"
Abdul "Insya Allah pak, itu sesuatu yang wajib"
Saya "trus..kamu mau lanjut kuliah dimana"
Abdul "saya akan coba ikut tes spmb di unmul pak, kalau tidak lulus baru daftar di kampus-kampus swasta, yang penting bisa kuliah dulu"
Saya "kamu ada dana ngga untuk kesamarinda?"
Abdul "klo ke samarindanya sih pak..ada..sudah saya kumpulkan dari hasil kerja apa saja waktu SMA"
Saya "bagus..trus kamu mau tinggal dimana?"
Abdul "untuk sementara pak..dimana saja yang penting bisa tidur sambil cari kerja dulu..kan banyak majid pak di samarinda?"
Saya hanya bisa tersenyum mendengar kata-katanya yang penuh dengan kekuatan optimisme, saya seperti biasanya memberikan beberapa nasehat agar sabar dan tidak malu menjalani kehidupan di kota selama itu bukan sebuah kejahatan.
Saya "dul..di samarinda banyak sekali kerjaan yang bisa kamu dapatkan asal kamu tidak malu untuk mencari dan menjalaninya. Jika dikemudian hari kamu bekerja sama seseorang satu hal yang harus kamu jaga baik-baik yaitu amanah sang bos, sekali kamu menghianat maka orang tidak akan memberikan kepercayaan lagi untuk kedua kalinya"
Abdul kemudian berangkat ke samarinda bersama dengan seorang sahabatnya yang juga siap menerjang derasnya kehidupan kota. tekad membara untuk menimba ilmu dibangku perkuliahan tidak pernah surut dalam dirinya hingga suatu hari Abdul menelpon saya;
Abdul "ass pak..sekarang saya sudah mendapatkan kerjaan baru pak setelah kemarin setelah keluar dari toko dan sempat jadi buruh di pelabuhan"
Saya "trus..kuliahmu gimana?"
Abdul "yaitu pak..saya tinggal menyelesaikan tugas akhir, tetapi tidak bisa fokus pak,kayaknya untuk sementara saya mau fokus ke kerjaan dulu, mungkin baiknya saya cuti kuliah dulu pak"
Saya "dul..ingat ya??niat awal kamu ke kota adalah untuk kuliah, kalau kuliahmu terbengkalai hanya gara-gara kerjaan sebaiknya kamu balik aja ke tanah hulu, disini juga banyak kerjaan..menurut saya sih kuliah harus kamu nomor satukan bukan kerjaan"
Abdul "iya pak, tetapi ini sudah terlanjur, insya Allah pak saya janji tahun depan saya akan fokus ke kuliah"
Saya "ya udah, karena itu sudah terlanjur kamu harus gunakan waktumu itu sebaik-baiknya, sering-sering menabung"
Abdul "iya pak"
Dalam hati saya hanya bisa berdoa semoga Tuhan senantiasa melindungi Abdul dan memberikan kesabaran dan ketabahan dalam menggapai apa yang dicita-citakan. Saya yakin disuatu saat nanti Abdul akan datang kepada saya dan berkata "you all right mr?"
KeSaHan
Kamis, 04 Agustus 2016
SIKEMBAR ORIGINAL
SIKEMBAR ORIGINAL
Deva Sarawita..sebenarnya sih Saraswita, itu katanya siempunya nama sesuai dengan hasil tasmiayahan ketika dia baru beberapa hari menengok dunia yang penuh fitnah ini, namun orang yang menulis namanya di ijazah SDnya lagi flu sehingga pas menulis kata saras diiringi dengan hentakan bersin dadakan maka huru H jadi terlewatkan. Terlepas dari hilangnya huruf H dari namanya tidak mengurangi pesona wanita anggun seorang dewi jaman bahula yaitu SARASWATI dalam diri Deva.
Devi Saraswati..kembaran si Deva yang lahir lebih dahulu beberapa menit dari Deva. Penampakan keduanya tampak sangat mirip, namanya juga kembar kecuali setelah diperhatikan secara mendalam, bukan dalamnya yang diperhatikan, tapi wajah dan karakter sikapnya maka kita akan dapat dengan mudah membedakan keduanya.
Dihari pertama MOS tahun 2012 saya sempat tertegun menyaksikan 2 siswi lugu yang sangat mirip dalam barisan peserta MOS. Devi dengan sorot matanya yang tajam, tanpa senyum sedikitpun terlihat jelas diwajahnya bahwa anak itu seorang berkarakter tegas dan garang. Dia banyak tertunduk mungkin karena takut atau gugup sebagai siswa baru. Dari atas teras kantor saya dapat merasakan irama jantungnya yang teratur..dag..dug..dag..dug seperti kucing yang bersembunyi dibawah kolong meja karena habis nyuri ikan. Sedangkan Deva dengan wajah polos, mata sendu terlihat jelas dimatanya bahwa ia adalah seorang yang berjiwa lembut tapi penuh dengan kelicikan sehingga siapapun akan mudah terbawa resonansi kemanjaannya. Sama seperti Devi saat itu saya dapat merasakan betapa derasnya sirkulasi darah Deva yang mengalir bagaikan cacing-cacing kepanasan diatas aspal jalan raya.
Satu hal yang menarik bagi saya, 2 tahun kemudian setelah sikembar ori ini baru sempat saya didik dibangku kelas 9 ternyata mereka berdua memiliki tingkat kecerdasan yang sama dan diatas rata-rata orang yang tidak cerdas. Sebelumnya saya tidak tahu apa dan bagaimana mereka, yang saya ingat bahwa Deva pernah menangis meraung-meraung ketika saya sidang isbat akibat perkelahian dengan seorang siswi pindahan. Kabarnya menurut kabar kabari siswi pindahan tersebut terlalu sok sok'an dengan kecantikannya padahal tdk juga cantik, terlalu pembualan padahal tidak ada apa-apanya, teman-temannya sebagian besar tidak ada yang suka sehingga terkadang terjadi keributan diantara mereka termasuk didalamnya si Deva.
Kalau si Devi sebelumnya sering dikerjai sama guru-guru karena tanpa mengenal takut ia menjalin hubungan asmara dengan anaknya ibu Tohang yang terkenal dengan auman harimaunya itu. Setiap devi ke kantor saya selalu menggodanya apalagi kalau ada bu Tohang, dengan malu-malu singa Devi kemudian cepat-cepat keluar dari kantor secepat larinya kura-kura yang tidak bisa lepas dari cangkangnya.
Kedekatan saya sama sikembar ori ini khususnya si Deva ketika mereka telah memasuki masa-masa akhir di sekolah (kelas 9), bagi saya mereka adalah dua insan yang bisa dibanggakan itupun kalau mereka mau. Deva yang sering saya panggil situkang nangis karena memang kalau deva nangis tuning offnya langsung tidak berfungsi, ia mampu menangis selama orang yang shalat tarwih 20 rakaat dengan bacaan pelan. mungkin itulah sebabnya wajahnya senantiasa segar karena menurut penelitian orang yang banyak nangis tidak akan mudah dimakan tua (siapa juga yang mau makan). Sikap kritisnya dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menjadi poin tersendiri bagi saya yang menyebabkan saya senantiasa memanggil deva ke kantor walau hanya sekedar memberinya tugas tambahan (disuruh-suruh). Gaya komunikasi deva yang lembut dipenuhi intrik-intrik politik diam-diam ketika dia menginginkan sesuatu terhadap lawan bicaranya menjadikan saya senang mengajak dia berdiskusi dalam banyak hal. Saya memang suka menyelami karakter siswa dalam setiap obrolan, dari tutur katanya, cara menyampaikan permasalahannya, gerak geriknya ketika berbicara sampai model dia ketawa saya perhatikan dengan seksama untuk mendapatkan kesimpulan tentangnya sehingga saya bisa memberikan dorongan semangat, nasehat yang tepat. Tetapi pada akhirnya nasibnya juga yang berbicara akan masa depannya. Keinginanan saya bahwa si kembar ori ini bisa melanjutkan pendidikan dengan bidang keilmuan sains tidak terpenuhi. Setelah mereka lulus dari SMP ini mereka melanjutkan ke sekolah tingkat atas spesifikasi kejuruan. Tetapi bagi saya untuk semua siswa-siswa saya yang penting mereka tetap mau melanjutkan sekolah, terus semangat menggapai kesuksesan.
Deva Devi hanyalah 2 orang (yaiyalah..kalau 3 berarti ada juga Devo) dari sekian banyak insan-insan didik saya yang sekarang hanya tinggal kenangan. Banyak hal yang tersimpan di memori saya tentang mereka. Tentang Beringasnya si Devi (memang yang namya Devi itu beringas-beringas loh), tentang keceriaan deva dengan suara manjanya yang menggelegar (kalau disuruh pura-pura lemas) dan satu lagi saya senang ketika Deva tertawa-tawa berurai air mata ketika saya menyampaikan cerita-cerita ilmiah tapi ngeramput di dalam kelasnya.
Semoga Tuhan selalu melindungi si kembar original ini, dan saya yakin suatu saat mereka akan datang kepada saya dan berkata "pak pahrul ya??"
Deva Sarawita..sebenarnya sih Saraswita, itu katanya siempunya nama sesuai dengan hasil tasmiayahan ketika dia baru beberapa hari menengok dunia yang penuh fitnah ini, namun orang yang menulis namanya di ijazah SDnya lagi flu sehingga pas menulis kata saras diiringi dengan hentakan bersin dadakan maka huru H jadi terlewatkan. Terlepas dari hilangnya huruf H dari namanya tidak mengurangi pesona wanita anggun seorang dewi jaman bahula yaitu SARASWATI dalam diri Deva.
Devi Saraswati..kembaran si Deva yang lahir lebih dahulu beberapa menit dari Deva. Penampakan keduanya tampak sangat mirip, namanya juga kembar kecuali setelah diperhatikan secara mendalam, bukan dalamnya yang diperhatikan, tapi wajah dan karakter sikapnya maka kita akan dapat dengan mudah membedakan keduanya.
Dihari pertama MOS tahun 2012 saya sempat tertegun menyaksikan 2 siswi lugu yang sangat mirip dalam barisan peserta MOS. Devi dengan sorot matanya yang tajam, tanpa senyum sedikitpun terlihat jelas diwajahnya bahwa anak itu seorang berkarakter tegas dan garang. Dia banyak tertunduk mungkin karena takut atau gugup sebagai siswa baru. Dari atas teras kantor saya dapat merasakan irama jantungnya yang teratur..dag..dug..dag..dug seperti kucing yang bersembunyi dibawah kolong meja karena habis nyuri ikan. Sedangkan Deva dengan wajah polos, mata sendu terlihat jelas dimatanya bahwa ia adalah seorang yang berjiwa lembut tapi penuh dengan kelicikan sehingga siapapun akan mudah terbawa resonansi kemanjaannya. Sama seperti Devi saat itu saya dapat merasakan betapa derasnya sirkulasi darah Deva yang mengalir bagaikan cacing-cacing kepanasan diatas aspal jalan raya.
Satu hal yang menarik bagi saya, 2 tahun kemudian setelah sikembar ori ini baru sempat saya didik dibangku kelas 9 ternyata mereka berdua memiliki tingkat kecerdasan yang sama dan diatas rata-rata orang yang tidak cerdas. Sebelumnya saya tidak tahu apa dan bagaimana mereka, yang saya ingat bahwa Deva pernah menangis meraung-meraung ketika saya sidang isbat akibat perkelahian dengan seorang siswi pindahan. Kabarnya menurut kabar kabari siswi pindahan tersebut terlalu sok sok'an dengan kecantikannya padahal tdk juga cantik, terlalu pembualan padahal tidak ada apa-apanya, teman-temannya sebagian besar tidak ada yang suka sehingga terkadang terjadi keributan diantara mereka termasuk didalamnya si Deva.
Kalau si Devi sebelumnya sering dikerjai sama guru-guru karena tanpa mengenal takut ia menjalin hubungan asmara dengan anaknya ibu Tohang yang terkenal dengan auman harimaunya itu. Setiap devi ke kantor saya selalu menggodanya apalagi kalau ada bu Tohang, dengan malu-malu singa Devi kemudian cepat-cepat keluar dari kantor secepat larinya kura-kura yang tidak bisa lepas dari cangkangnya.
Kedekatan saya sama sikembar ori ini khususnya si Deva ketika mereka telah memasuki masa-masa akhir di sekolah (kelas 9), bagi saya mereka adalah dua insan yang bisa dibanggakan itupun kalau mereka mau. Deva yang sering saya panggil situkang nangis karena memang kalau deva nangis tuning offnya langsung tidak berfungsi, ia mampu menangis selama orang yang shalat tarwih 20 rakaat dengan bacaan pelan. mungkin itulah sebabnya wajahnya senantiasa segar karena menurut penelitian orang yang banyak nangis tidak akan mudah dimakan tua (siapa juga yang mau makan). Sikap kritisnya dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menjadi poin tersendiri bagi saya yang menyebabkan saya senantiasa memanggil deva ke kantor walau hanya sekedar memberinya tugas tambahan (disuruh-suruh). Gaya komunikasi deva yang lembut dipenuhi intrik-intrik politik diam-diam ketika dia menginginkan sesuatu terhadap lawan bicaranya menjadikan saya senang mengajak dia berdiskusi dalam banyak hal. Saya memang suka menyelami karakter siswa dalam setiap obrolan, dari tutur katanya, cara menyampaikan permasalahannya, gerak geriknya ketika berbicara sampai model dia ketawa saya perhatikan dengan seksama untuk mendapatkan kesimpulan tentangnya sehingga saya bisa memberikan dorongan semangat, nasehat yang tepat. Tetapi pada akhirnya nasibnya juga yang berbicara akan masa depannya. Keinginanan saya bahwa si kembar ori ini bisa melanjutkan pendidikan dengan bidang keilmuan sains tidak terpenuhi. Setelah mereka lulus dari SMP ini mereka melanjutkan ke sekolah tingkat atas spesifikasi kejuruan. Tetapi bagi saya untuk semua siswa-siswa saya yang penting mereka tetap mau melanjutkan sekolah, terus semangat menggapai kesuksesan.
Deva Devi hanyalah 2 orang (yaiyalah..kalau 3 berarti ada juga Devo) dari sekian banyak insan-insan didik saya yang sekarang hanya tinggal kenangan. Banyak hal yang tersimpan di memori saya tentang mereka. Tentang Beringasnya si Devi (memang yang namya Devi itu beringas-beringas loh), tentang keceriaan deva dengan suara manjanya yang menggelegar (kalau disuruh pura-pura lemas) dan satu lagi saya senang ketika Deva tertawa-tawa berurai air mata ketika saya menyampaikan cerita-cerita ilmiah tapi ngeramput di dalam kelasnya.
Semoga Tuhan selalu melindungi si kembar original ini, dan saya yakin suatu saat mereka akan datang kepada saya dan berkata "pak pahrul ya??"
Rabu, 03 Agustus 2016
DESSY RAHMADANI
DESSY RAHMADANI
Hari itu ditahun 2011 seorang anak perempuan kecil baru lulus TK diantar bapaknya yang sudah terkenal seantero Long Beleh Haloq kerumah saya untuk difoto dimana hasil foto tersebut digunakan untuk mendaftar di SD Negeri. Sejak itu saya sudah merasakan aura kepimimpinan dalam dirinya. Sejak di SD anak tersebut sudah menunjukkan kemampuan intelektualnya diatas rata-rata. Dari kelas 1 s/d 6 Dessy selalu meraih peringkat. Ketika masuk ke jenjang SMP ia berada dalam naungan saya (wali kelas) dari kelas 7 s/d 9. Kecerdikannya dalam berkomunikasi ala pemain politik bertangan dingin yang mampu menarik simpati teman-temannya sehingga ia mampu menjadi pemimpin kelas selama 3 tahun berturut-turut. Gayanya yang kemanja-manjaan laksana pemain sulap yang senantiasa beratraksi karena dibalik kemanjaannya tersimpan sifat keras turunan dari bapaknya. Saya senantiasa memantau perkembangan intelektualnya dan sikap kepemimpinannya, sering saya ajak berkomunikasi dan memberikan kebebasan berfikir sebesar-besarnya kepadanya dalam menjawab setiap tugas yang dibebankan. Kemampuannya dalam menganalisa sedetail mungkin setiap soal menjadi kelebihan tersendiri. Terkadang ia menemukan kesalahan dalam soal yang saya berikan dan dengannya saya harus meralat kembali soal tersebut.
Dessy sebenarnya termasuk orang yang sangat realistis dan formalis. Dunia seni sepertinya kurang berpengaruh pada dirinya. Saya yang hobi membaca cerpen, novel dan cerita-cerita sastra lainnya sering menawarkan kepadanya novel-novel dengan maksud untuk memberikan motivasi dari buku-buku tersebut, tetapi dengan lembut ia menolaknya.
Sering saya memanggilnya ke kantor sekolah hanya untuk sekedar berkomunikasi sambil meminta bantuannya membantu saya untuk menulis apa saja yang mau saya tulis.
Perjalanan Dessy tidak semulus lintah yang berjalan diatas keramik basah. Ia pernah tertimpa masalah dengan dewan guru akibat kabar yang menurut saya hanyalah sebatas kesalah pahaman dalam memahami pemberitaan. Siang itu Dessy saya panggil ke kantor, belum sempat saya mengajukan pertanyaan kepadanya air matanya sudah mengalir bagai hujan yang sebelumnya tidak ada mendung. Sungguh sebuah tehnik berpolitik tangan dingin bergerak dengan kelembutan tetapi serangan yang ditimbulkan mematikan. Tetapi orang dihadapannya telah kenyang dengan pengalaman hidup diberbagai medan. Tipuan-tipuan maut seperti itu adalah makanan pokok saya sehari-hari. Saya kemudian memberikan sedikit nasehat kepadanya tanpa peduli dengan air mata kuda yang dikeluarkan. Dalam isakannya Dessy hanya menjawab iya dan iya pak.Cacing-cacing yang pakai pitapun belinjatan menahan tawa akibat drama yang kurang mempesona itu. Semakin saya melembutkan suara semakin keras isakannya..tapi saya tau bahwa didalam hatinya ia hanya berkata,,kena lu..pak kali ini.
Harapan besar saya letakkan dipundaknya meskipun ia tidak pernah merasa pudaknya dibebani, bahwa suatu saat Dessy akan kembali dengan segudang kesuksesan. Kecerdasannya telah teruji sampai ia menyelesaikan studi tingkat sekolah menengah atas di sebuah sekolah kejuruan kesehatan samarinda dengan terus meraih peringkat membanggakan. Saya sadar bahwa anak itu terlihat tangguh disegala medan tapi didalam tubuhnya tersimpan bibit-bibit penyakit yang suatu saat akan berontak. Sampai saat ia telah menjadi Alumni saya masih senang mengajaknya ngobrol jika batang hidungnya sempat terlihat disekolah ini, masih seperti dulu pembawaannya yang dingin tapi penuh semangat tetap menghiasi kepribadiannya. Ya... semoga Tuhan selalu melindungi aset bangsa yang satu ini dan semoga Dessy dapat menggapai apa yang dicita-citakan dan saya sangat yakin suatu saat ia akan datang kepada saya dan berkata "hai..mr????"
Hari itu ditahun 2011 seorang anak perempuan kecil baru lulus TK diantar bapaknya yang sudah terkenal seantero Long Beleh Haloq kerumah saya untuk difoto dimana hasil foto tersebut digunakan untuk mendaftar di SD Negeri. Sejak itu saya sudah merasakan aura kepimimpinan dalam dirinya. Sejak di SD anak tersebut sudah menunjukkan kemampuan intelektualnya diatas rata-rata. Dari kelas 1 s/d 6 Dessy selalu meraih peringkat. Ketika masuk ke jenjang SMP ia berada dalam naungan saya (wali kelas) dari kelas 7 s/d 9. Kecerdikannya dalam berkomunikasi ala pemain politik bertangan dingin yang mampu menarik simpati teman-temannya sehingga ia mampu menjadi pemimpin kelas selama 3 tahun berturut-turut. Gayanya yang kemanja-manjaan laksana pemain sulap yang senantiasa beratraksi karena dibalik kemanjaannya tersimpan sifat keras turunan dari bapaknya. Saya senantiasa memantau perkembangan intelektualnya dan sikap kepemimpinannya, sering saya ajak berkomunikasi dan memberikan kebebasan berfikir sebesar-besarnya kepadanya dalam menjawab setiap tugas yang dibebankan. Kemampuannya dalam menganalisa sedetail mungkin setiap soal menjadi kelebihan tersendiri. Terkadang ia menemukan kesalahan dalam soal yang saya berikan dan dengannya saya harus meralat kembali soal tersebut.
Dessy sebenarnya termasuk orang yang sangat realistis dan formalis. Dunia seni sepertinya kurang berpengaruh pada dirinya. Saya yang hobi membaca cerpen, novel dan cerita-cerita sastra lainnya sering menawarkan kepadanya novel-novel dengan maksud untuk memberikan motivasi dari buku-buku tersebut, tetapi dengan lembut ia menolaknya.
Sering saya memanggilnya ke kantor sekolah hanya untuk sekedar berkomunikasi sambil meminta bantuannya membantu saya untuk menulis apa saja yang mau saya tulis.
Perjalanan Dessy tidak semulus lintah yang berjalan diatas keramik basah. Ia pernah tertimpa masalah dengan dewan guru akibat kabar yang menurut saya hanyalah sebatas kesalah pahaman dalam memahami pemberitaan. Siang itu Dessy saya panggil ke kantor, belum sempat saya mengajukan pertanyaan kepadanya air matanya sudah mengalir bagai hujan yang sebelumnya tidak ada mendung. Sungguh sebuah tehnik berpolitik tangan dingin bergerak dengan kelembutan tetapi serangan yang ditimbulkan mematikan. Tetapi orang dihadapannya telah kenyang dengan pengalaman hidup diberbagai medan. Tipuan-tipuan maut seperti itu adalah makanan pokok saya sehari-hari. Saya kemudian memberikan sedikit nasehat kepadanya tanpa peduli dengan air mata kuda yang dikeluarkan. Dalam isakannya Dessy hanya menjawab iya dan iya pak.Cacing-cacing yang pakai pitapun belinjatan menahan tawa akibat drama yang kurang mempesona itu. Semakin saya melembutkan suara semakin keras isakannya..tapi saya tau bahwa didalam hatinya ia hanya berkata,,kena lu..pak kali ini.
Harapan besar saya letakkan dipundaknya meskipun ia tidak pernah merasa pudaknya dibebani, bahwa suatu saat Dessy akan kembali dengan segudang kesuksesan. Kecerdasannya telah teruji sampai ia menyelesaikan studi tingkat sekolah menengah atas di sebuah sekolah kejuruan kesehatan samarinda dengan terus meraih peringkat membanggakan. Saya sadar bahwa anak itu terlihat tangguh disegala medan tapi didalam tubuhnya tersimpan bibit-bibit penyakit yang suatu saat akan berontak. Sampai saat ia telah menjadi Alumni saya masih senang mengajaknya ngobrol jika batang hidungnya sempat terlihat disekolah ini, masih seperti dulu pembawaannya yang dingin tapi penuh semangat tetap menghiasi kepribadiannya. Ya... semoga Tuhan selalu melindungi aset bangsa yang satu ini dan semoga Dessy dapat menggapai apa yang dicita-citakan dan saya sangat yakin suatu saat ia akan datang kepada saya dan berkata "hai..mr????"
Senin, 01 Agustus 2016
DEVI AZALIA MUJIONO
DEVI AZALIA MUJIONO
Orangnya baik namun sedikit beringas, putri Bapak mujiono salah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta milik orang asing. Satu yang saya kagumi dari dirinya adalah kecerdasan dan sifat optimismenya yang kelewat batas (batas yang digunakan disini adalah batas orang dibawah rata-rata). Dari sejak kelas 7 sampai dengan kelas 9 Dia sudah menjadi bagian dari kelas dimana saya menjadi walinya. Kesuksesannya menjadi pemenang dalam setiap pemilihan ketua kelas menjadi bukti bahwa dibalik keberingasannya terdapat sifat sosial yang mampu menjadi pesona orang-orang disekitarnya. Saya juga sedikit heran ketika setiap saya memberikan tugas dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dia selalu menjadi yang pertama selesai dan sanggup menyelesaikan tugas dengan baik.Tetapi saya tidak pernah memanjakannya dengan pujian-pujian karena saya tidak mau melihatnya puas dengan kemampuan yang dia miliki. Saya selalu mencari celah kesalahan-kesalahan yang biasanya terselip dalam setiap hasil pekerjaannya. Aset negara yang langka ini harus diberikan motivasi terus menerus agar dapat menggapai cita-cita, tentunya dengan semangat menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Dalam dirinya saya melihat titisan dari seseorang yang juga pernah menjadi bagian kelas yang pernah saya bina di tahun 2011-2013, (ya Desi Rahmadhani yang insya Allah akan saya buat cerita tentangnya pada kesempatan yang lain). Bagi saya kepergiannya dari SMP ini adalah kebahagiaan besar karena saya telah melepaskan Modal besar yang akan membawa kebanggaan bagi saya dan sekolah ini (itupun kalau tidak putus ditengah jalan, semoga..). Devi sangat senang dengan setiap pembelajaran yang saya berikan, dan menjadikan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai bagian dari Hobinya. Saya dapat merasakan kesedihannya ketika pelajaran itu terlewatkan karena beberapa hal yang tidak bisa saya sebutkan. Sifat keras kepala (bukan kepalanya yang keras) yang melekat pada dirinya merupakan satu dari sekian sifat terpuji yang perlu dilestarikan. Dia tidak pernah peduli dengan tanggapan orang-orang disekitar dirinya, mau ditemani silahkan..ditegur silahkan..dicuekin silahkan..bahkan dihinapun juga silahkan..(asal siap-siap aja digaplok). Selain senang dengan hal-hal sains yang penuh dengan keilmiahan ternyata Devi juga sangat senang dengan hal-hal mistik yang jauh dari ilmiah. Bersama dengan seorang temannya yang psikopat Shelly novita sari (artikel tentangnya juga akan saya buat) tanpa patah semangat memohon kepada saya untuk mengajarkan mereka hal-hal mistik yang sayapun juga heran kenapa mereka tidak tau bahwa saya tidak tau. Dengan sedikit trik tipuan yang sebenarnya ngga' bohongan saya memotivasi mereka untuk melakukan laku spritual yang kontinyu agar mendapatkan waskita sehingga mampu merasakan kehadiran energi "ilahi" dalam dirinya. Ternyata tipuan saya mendapatkan tempat dihati mereka. Sehingga konon Shelly mampu menembus dimensi alam yang tidak ilmiah itu dan membuatnya semakin phobia dengan alam sekitarnya dan Devi yang tadinya beringas dengan sendirinya sedikit demi sedikit mengerucut menjadi manusia super tidak hanya beringas kepada manusia tetapi juga kepada mahluk-mahluk astral. Pada sisi ini kebanggaan saya semakin menjadi-jadi karena saya telah menjadi salah satu bagian dari perubahan sisi emosional dan keoptimismenya yang suatu saat insya Allah akan menjadikan Devi sebagai sosok yang dihormati di alam manusia karena kesuksesannya dan ditakuti di alam bayangan karena kapasitas kesupranaturalannya. Amiin ya Rabbal Alamin. Saat ini saya hanya bisa berdoa semoga Devi tetap semangat menjalani tantangan kehidupan dimasa-masa yang akan datang dan berharap Dia akan datang di hadapan saya dan berkata " how are you mr ??"
Orangnya baik namun sedikit beringas, putri Bapak mujiono salah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta milik orang asing. Satu yang saya kagumi dari dirinya adalah kecerdasan dan sifat optimismenya yang kelewat batas (batas yang digunakan disini adalah batas orang dibawah rata-rata). Dari sejak kelas 7 sampai dengan kelas 9 Dia sudah menjadi bagian dari kelas dimana saya menjadi walinya. Kesuksesannya menjadi pemenang dalam setiap pemilihan ketua kelas menjadi bukti bahwa dibalik keberingasannya terdapat sifat sosial yang mampu menjadi pesona orang-orang disekitarnya. Saya juga sedikit heran ketika setiap saya memberikan tugas dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dia selalu menjadi yang pertama selesai dan sanggup menyelesaikan tugas dengan baik.Tetapi saya tidak pernah memanjakannya dengan pujian-pujian karena saya tidak mau melihatnya puas dengan kemampuan yang dia miliki. Saya selalu mencari celah kesalahan-kesalahan yang biasanya terselip dalam setiap hasil pekerjaannya. Aset negara yang langka ini harus diberikan motivasi terus menerus agar dapat menggapai cita-cita, tentunya dengan semangat menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Dalam dirinya saya melihat titisan dari seseorang yang juga pernah menjadi bagian kelas yang pernah saya bina di tahun 2011-2013, (ya Desi Rahmadhani yang insya Allah akan saya buat cerita tentangnya pada kesempatan yang lain). Bagi saya kepergiannya dari SMP ini adalah kebahagiaan besar karena saya telah melepaskan Modal besar yang akan membawa kebanggaan bagi saya dan sekolah ini (itupun kalau tidak putus ditengah jalan, semoga..). Devi sangat senang dengan setiap pembelajaran yang saya berikan, dan menjadikan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai bagian dari Hobinya. Saya dapat merasakan kesedihannya ketika pelajaran itu terlewatkan karena beberapa hal yang tidak bisa saya sebutkan. Sifat keras kepala (bukan kepalanya yang keras) yang melekat pada dirinya merupakan satu dari sekian sifat terpuji yang perlu dilestarikan. Dia tidak pernah peduli dengan tanggapan orang-orang disekitar dirinya, mau ditemani silahkan..ditegur silahkan..dicuekin silahkan..bahkan dihinapun juga silahkan..(asal siap-siap aja digaplok). Selain senang dengan hal-hal sains yang penuh dengan keilmiahan ternyata Devi juga sangat senang dengan hal-hal mistik yang jauh dari ilmiah. Bersama dengan seorang temannya yang psikopat Shelly novita sari (artikel tentangnya juga akan saya buat) tanpa patah semangat memohon kepada saya untuk mengajarkan mereka hal-hal mistik yang sayapun juga heran kenapa mereka tidak tau bahwa saya tidak tau. Dengan sedikit trik tipuan yang sebenarnya ngga' bohongan saya memotivasi mereka untuk melakukan laku spritual yang kontinyu agar mendapatkan waskita sehingga mampu merasakan kehadiran energi "ilahi" dalam dirinya. Ternyata tipuan saya mendapatkan tempat dihati mereka. Sehingga konon Shelly mampu menembus dimensi alam yang tidak ilmiah itu dan membuatnya semakin phobia dengan alam sekitarnya dan Devi yang tadinya beringas dengan sendirinya sedikit demi sedikit mengerucut menjadi manusia super tidak hanya beringas kepada manusia tetapi juga kepada mahluk-mahluk astral. Pada sisi ini kebanggaan saya semakin menjadi-jadi karena saya telah menjadi salah satu bagian dari perubahan sisi emosional dan keoptimismenya yang suatu saat insya Allah akan menjadikan Devi sebagai sosok yang dihormati di alam manusia karena kesuksesannya dan ditakuti di alam bayangan karena kapasitas kesupranaturalannya. Amiin ya Rabbal Alamin. Saat ini saya hanya bisa berdoa semoga Devi tetap semangat menjalani tantangan kehidupan dimasa-masa yang akan datang dan berharap Dia akan datang di hadapan saya dan berkata " how are you mr ??"
Jumat, 25 Maret 2016
BOCAH - BOCAH AJAIB
Dulu.. bagi saya mereka adalah bocah-bocah ajaib karena memang nggak ada yang mirip sama mereka waktu itu, tetapi sekarang mereka sudah menjadi bocah-bocah kadaluarsa. Nunuk seorang bocah yang umur 10 tahun sudah masuk di SMP, anaknya memang cerdas, sangat polos, suaranya masih kebalita-balitaan, sangat dekat dengan saya karena sering saya minta untuk membawakan saya sayur bayam 2 ikat dan tempe bungkus daun 10 biji. Nunuk bermukim di sebuah estate perusahaan sawit 6 km dari Dermaga Long beleh haloq, punya saudari yang bernama Eka yang juga sekolah di SMPN 2 Kbj setingkat dengan adiknya. Geneli, seorang keturunan dari daerah timur Nusa Tenggara, orangnya lumayan pendek, mukanya lucu tapi sangar, pendiam tapi jarang ngomong, sangat kuat dalam hal ingat mengingat.Geneli masuk di SMPN 2 Kbj bersamaan dengan Nunuk yaitu tahun 2005 tinggal disebuah estate perusahaan sawit yang bernama Sentekan estate. Agung, bocah dengan berat badan diatas ideal, kalau makan seakan akan lupa untuk berhenti, Bersama dengan Geneli dan Nunuk, Agung termasuk siswa yang kepintarannya diatas rata-rata orang yang tidak pintar. Satu lagi, Bayu, bocah yang sangat periang, sering ketawa meskipun tidak lucu, sering dikerumuni sama teman-temannya yang beda jenis kelamin, kepintarannya setara dengan 3 bocah ajaib yang telah saya sebutkan sebelumnya. Bersama dengan bocah-bocah yang lain, Meri, Abdullah, Eka, Intan, Ririn dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan semuanya dalam cerita ngeramput ini, mereka telah memberi warna bagi kehidupan suka dan duka, ceria dan muramnya SMPN 2 Kembang Janggut. Pada suatu hari di tahun 2006 bapak Kepala sekolah memberitahukan akan adanya undangan untuk mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten. Saya ditunjuk untuk melakukan seleksi terhadap 4 orang siswa yang layak untuk dibawa serta berjuang pusing-pusingan di Tenggarong bersama dengan ratusan siswa lainnya dari sekolah menengah tingkat pertama negeri maupun swasta se-kabupaten kutai kartanegara. Waktu 2 minggu bagi saya untuk menyaring dari sekian puluh siswa dan memilih 4 siswa diantaranya. Saya kemudian bergerak cepat bak superman yang terkejut karena mimpi buruk. pertama-tama saya umumkan melalui papan pengumuman akan adanya seleksi untuk mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten, dan siapa saja boleh ikut untuk diseleksi. Lebih dari 10 orang berminat untuk ikut dalam seleksi tersebut. Saya kumpulkan mereka dan saya berikan pengarahan
Saya : "Alhamdulillah sekolah kita dapat undangan untuk ikut serta dalam lomba sains dan bahasa inggris tingkat kabupaten dan waktu kalian adalah 10 hari dari sekarang untuk belajar, insya Allah sebelas hari kedepan saya akan melakukan tes kepada kalian untuk memilih 4 orang yang pantas untuk kami bawa ke tenggarong"
Nunuk :"Gimana cara kami belajar pak?"
Saya : "Selama 10 hari dari sekarang, kalian akan saya bebaskan untuk belajar dan meminjam buku di perpustakaan, nanti nama-nama kalian akan saya laporkan sama bu Ida agar diberikan kebebasan dalam meminjam buku, berapapun yang kalian mau pinjam, tapi ingat semua buku yang kalian pinjam harus tetap dicatat dan wajib kalian kembalikan nanti dalam keadaan sehat wal afiat tanpa robekan ataupun coretan sedikitpun"
Agung :"Jadi pak, kami bebas minjam buku ?"
Saya : " Iya, bebas sebebas-bebasnya"
Agung :"Asyik dong"
Saya : "Tapi gung...nggak bisa dimakan loh"
Agung : " Ah, bapak ini memangnya saya rayap"
Saya : "Silahkan kalian pelajari buku-bukunya, jawab sebanyak mungkin soal-soal yang ada, nanti akan saya panggil kembali jika ada yang penting untuk saya sampaikan. gimana, bisa dimengerti ?"
Nunuk dkk :"mengerti pak.."
Mulai saat itu Nunuk dkk menyibukkan diri mereka dengan belajar baik di kelas maupun diperpustakaan, setiap soal yang ada dibuku-buku sains dan bahasa inggris dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 mereka lahap tanpa ampun. Untunglah waktu itu belum ada sinyal handphone yang kuat di desa long beleh haloq sehingga mereka bisa lebih berkonsentrasi dalam belajar. Untuk urusan komunikasi masih menggunakan telephone satelit yang ada diwarung-warung telekomunikasi (wartel) yang dipasangi meteran rupiah dimana mata harus konsisten ke meteran tersebut selama melakukan hubungan telephone sebab kalau tidak maka uang disaku baju dan celana akan terkuras habis bahkan bisa saja pulangnya meninggalkan hutang yang membuat malu diri sendiri.
Pada hari kesebelas saya kemudian mengumpulkan mereka di sebuah rung kelas yang dekat dengan wc sekolah untuk melakukan seleksi terhadap mereka. saya membagikan masing-masing 1 lembar kertas hvs kosong.
Saya :"Silahkan kalian pilih jawaban yang benar a,b,c atau d, tuliskan dilembaran kertas itu, waktu menjawab hanya 1 menit 1 soal, jumlah soal 30. gimana bisa dimulai ?
Nunuk dkk :" iya pak"
Selama kurang lebih 30 menit proses seleksi saya laksanakan, hingga akhirnya terpilih 4 orang yang akan dibawa serta mengikuti olimpiade sains dan bahasa inggris di ibu kota kabupaten. mereka adalah Agung, Geneli, Bayu, dan Nunuk. 2 hari sebelum hari keberangkatan saya membuat surat permohonan bantuan transportasi speed boad ke perusahaan sawit (PT Reakaltim) untuk kami tumpangi dari long beleh haloq menuju kota bangun begitupun sepulangnya nanti. Saya juga membuat surat permohonan ijin kepada masing-masing orang tua siswa. Pada hari keberangkatan Saya, Bpk Wardani, Nunuk, Agung, Bayu, dan Geneli sudah siap dari pagi dengan bekal masing-masing, kami kemudian bertemu di dermaga Long Beleh Haloq, untuk selanjutnya sekitar jam 09.00 kami naik keatas speedboat yang dinahkodai oleh seorang bapak yang selama hidupnya tidak pernah rugi karena memang namanya adalah Untung. Speadboad kemudian berjalan pelan tapi pasti dan beberapa menit kemudian kelajuannya sudah menggetarkan jantung. Saya melihat raut muka bahagia di wajah Nunuk dkk, mereka bahagia karena bisa jalan-jalan kekota secara gratis, mereka bahagia karena untuk sementara omelan mama dan bapak mereka tidak terdengar lagi, mereka bahagia karena mereka pada akhirnya diberikan kesempatan untuk merasakan kendaraan para manager perusahaan yang tidak pernah mereka pakai biasanya mereka naik kapal yang ditumpangi puluhan orang dengan wangi yang berbeda-beda dan waktu tempo yang membosankan, mereka bahagia karena mereka terpilih untuk membawa nama harum sekolah.Sekitar 6 jam lebih kami baru sampai di ibukota kabupaten. kami menginap di rumah salah seorang Guru sejawat kami yaitu Bapak Darlani. Keesokan harinya kami berangkat kelokasi perlombaan dengan menumpang sebuah taksi. Agung, Nunuk, Geneli, dan Bayu dengan tenang, tertib, dan penuh percaya diri mengikuti tes olimpiade sains bersama dengan sekitar seratus siswa dari seluruh SMP dan sederajat se-kabupaten kutai kartanegara. Sore hari menjelang magrib saya pamit kepada Pak Dani karena saya harus melanjutkan perjalanan ke samarinda, saya juga meminta ijin untuk membawa serta Nunuk ke samarinda. Disamarinda saya dan nunuk menginap di Rumah paman saya. Saya kemudian memperkenalkan Nunuk kepada paman dan adik saya.
Adik saya berkata : "bocah ini sudah SMP ?"
Saya : "ya iyalah masa SMA?"
Adik saya :"kirain masih SD"
Saya : " harusnya sih begitu, umurnya aja masuk SMP masih 10 tahunan"
Keesokan harinya saya mengajak Nunuk untuk jalan-jalan ke sebuah Mall terbesar di Samarinda, sesampainya di Mall tersebut kamipun masuk kedalam sesaat kemudian Nunuk berlari keluar, saya kejar dia keluar .
Saya :"kenapa Nuk?"
Nunuk : "Pusing pak"
Saya :"kamu nih, gitu aja udah pusing, dilawan aja ntar lama-lama juga hilang pusingnya"
Setelah beberapa saat kemudian kamipun kembali masuk kedalam Mall, tidak lama setelah itu kami melewati sebuah stand penjual es krim, saya memperhatikan raut muka Nunuk yang sangat ngiler melihat es krim yang tidak seperti biasanya ia santap di pedalaman. saya kemudian bertanya.
Saya :"mau es krim nuk?"
Nunuk cuma diam seratus bahasa sambil menelan ludah serta mengangguk pelan.
Saya kemudian membelikan sebuah es krim coklat dan kamipun melanjutkan petualangan kami dalam mol, tiba-tiba..
Nunuk :"pak..pak..tangan saya"
Saya :"loh kenapa?ko bisa sampai romes gitu tangannya?"
Nunuk : "Aduh pak..kaya apa nih ?"
Saya : "cepat ke toilet sana, dibasuh tangannya"
Sekitar 2 Jam kami menikmati perjalanan keliling-keliling mall sambil melihat apa-apa saja yang tidak bisa kami beli.
Sore harinya saya mengontak pak Dani.
Saya :"Gimana pak, jadi nggak besok balik ke Long beleh"
Pak Dani : "jadi, kamu kesininya kapan?"
Saya : "nanti besok sekalian ikut bis dari samarinda, etam naik bis aja kalo?"
Pak Dani : "Iya..iya.."
Saya :"kita lagi dimana ni?ko rame kedengarannya?"
Pak Dani :"saya lagi di pasar"
Saya :"lopaaat..anak-anak dimana"
Pak Dani :" itu mereka tadi saya kasih masing-masing sangu untuk belanja, biar nggak ngganggu saya lagi ada teman spesial nih"
Saya : "dasar kita nih, y sudah sampai jumpa besok, nanti nunggu di terminal aja.
Keesokan harinya, kami kemudian berangkat kembali menuju long beleh haloq dengan menumpang bus sampai kota bangun dan naik speedboat perusahaan dari kota bangun ke long beleh haloq.
Beberapa bulan setelah perlombaan itu bapak kepala sekolah memberikan kabar bahwa Nunuk dkk berhasil meraih Juara Harapan kedua. Kami tentu merasa sedikit bangga akan hal itu.
Bocah-bocah yang saya anggap ajaib itu sekarang saya tidak tahu rimba belantaranya, kabarnya si Nunuk yang centil telah menjadi seorang karyawan di perusahaan sawit, Agung juga terlebih dahulu menjadi karyawan di perusahaan tersebut setelah ia manammatkan studi D3nya, Geneli sejak lulus dari SMP ini saya tidak pernah sama sekali melihat batang hidungnya.
dan Bayu ??....@@@
dan Bayu ??....@@@
Selasa, 22 Maret 2016
DrAmA TaWuRaN
Kejadian heboh kali ini terjadi di tahun 2014, tawuran yang memalukan antar geng satu sekolah telah meluluh lantakkan harkat dan martabat sekolah. Geng Cakra yang dipimpin Riko dkk melawan geng Sentekan yang dipimpin Andre dkk. Riko seorang keturunan majapahit sebenarnya termasuk manusia yang berhati baik. Dia bersama adiknya memimpin geng cakra dengan dibantu oleh preman-preman belia long beleh haloq. Dengan adanya bekingan dari geng long beleh Riko dkk merasa diatas angin atas semua geng yang ada di SMPN 2 Kembang Janggut. Riko orangnya kalem, badan tegap, besar, tinggi tapi raut wajahnya adem sehingga semua wanita akan tertipu dengan penampakannya dan mudah untuk jatuh dalam rayuan bohongnya. Dalam kesehariannya Riko cukup aktif di sekolah, baik dalam hal baris berbaris, aktif dalam setiap kegiatan dan gampang sekali memikat hati guru dengan kemudahannya untuk disuruh-suruh, apalagi kalau yang nyuruh itu ibu guru bersuara lantang membahana RASMINA SITOHANG maka Riko tanpa pikir panjang akan langsung memamtuhi perintah sang guru. Sedangkan Andre seorang siswa pindahan dari Desa Tuana Tuha, salah satu desa di kecamatan Kembang Janggut yang terkenal akan ilmu magisnya. orangnya sama seperti Riko, tegap, tinggi, badan besar dan kelihatan sekali dari mukanya kalau dia paling hobi dalam hal jagur menjagur.Geng sentekan mendapat bekingan dari geng perdana yang umumnya sekolah di SMP dan SMK perdana, sehingga ketika masa jam sekolah geng sentekan tidak dapat berbuat banyak menghadapi geng cakra karena bekingan mereka lagi offair, mereka hanya bisa menunjukkan tajinya ketika jam sekolah sudah selesai. Hari itu sepulang dari sekolah sesaat sebelum saya ganti baju dan bersiap untuk mengikuti ibadah mingguan yaitu shalat jumat atau sekitar jam 11 waktu long beleh haloq, handphone jadul saya Nokia C2 03 yang selalu menemani kemanapun saya melangkah tiba-tiba berbunyi menyanyikan reff lagu ayu ting ting yang saya kagumi karena keimutannya yaitu lagu sik asik, perlahan saya angkat handphone dan terdengar suara menggelgar dari arah seberang.
Bu tohang "halo pak, cepat kita ke pulau sini anak-anak cakra dikejar-kejar sama anak-anak perdana dengan menggunakan senjata tajam
Saya "apa??iya-iya
Saya kemudian menghubungi Bapak Darlani, Pak Fattah, dan Pak Yan untuk segera berangkat ke tempat yang dimaksud bu Tohang. Kami tidak menemukan lagi kelompok perdana yang dimaksud bu tohang, tetapi dibalik kebun sawit milik warga sayup-sayup kami dengar suara beberapa orang yang memanggil kami dengan suara ngosngosan.
Riko dkk "pak..pak.."
Pak Darlani " sini jangan lari dan g usah takut..apa yang terjadi dengan kalian"
Riko "tadi kami sudah mendapat kabar bahwa kami akan diserang sama anak perdana, makanya pas pulang sekolah kami diantar sama anak-anak long beleh sampai di pertigaan jalan poros, setelah mereka kembali pulang kami jalan lewat jalan poros ini sambil menunggu mobil sekolah, tiba-tiba puluhan orang datang dari belakang kami sambil berlari dan ada yang naik motor sambil mengayunkan senjata tajam dan berteriak-teriak kearah kami, kami langsung kabur melarikan diri masuk kedalam kebun sawit ini".
Saya " ceritanya gimana, ko bisa anak perdana mau nyerang kalian, memangnya kalian ada masalah dengan anak perdana".
Riko "kami juga nggak tau pak, cuma setau kami mereka adalah kompolatannya anak sentekan yang lagi bermasalah dengan kami"
Saya " ya sudah kalian pulang saja dulu, besok kita proses"
Saya dan Pak Darlani kemudian berinisiatif mencarikan tumpangan pulang bagi Riko dkk dengan menyetop kendaraan truk yang sedang lewat menuju Cakra. kemudian Saya, pak Darlani, pak Fattah dan pak Yan cepat-cepat kembali pulang ke rumah untuk segera menunaikan ibadah shalat jumat.
Keesokan harinya, sebelum sampai ke teras kantor seorang siswa melapor kepada saya bahwa ada banyak siswa yang membawa senjata tajam di bis sekolah. Saya juga mendapat kabar bahwa kelompok Andre dkk tidak ada masuk sekolah, mereka ikut naik bis sekolah tetapi tidak ada yang sampai ke sekolah. Hati saya mulai gelisah sepertinya anak-anak gengster ini memang sudah tidak sayang nyawanya lagi. Saya kemudian mengkomunikasikan hal tersebut dengan seluruh guru yang ada dan kemudian saya kumpulkan semua siswa di lapangan serba rusak sekolah. pertama saya panggil semua yang tergabung dalam geng Riko berikut seluruh keronco-keronconya, kemudian saya panggil semua siswi sentekan dan menanyakan kepada mereka kemana Andre dkk berada.
Saya "tolong kasih tau saya teman-teman kalian yang laki-laki dimana sekarang??katanya mereka turun semua tetapi tidak ada yang sampai ke sekolah"
Siswi sentekan " kami tidak tau pak kemana mereka"
Anis, pacar Andre yang juga berasal dari sentekan saya interogasi, sampai ia meneteskan air mata semangkok tetap teguh pada pendiriannya tidak mau mengakui keberadaan andre dkk"
Saya kemudian bertanya kepada mereka kembali dengan menggunakan taktik polisi tak berpangkat.
Saya "tolong kasih tau kami keberadaan teman-teman kalian itu, karena ini bukan masalah kecil, kalian tau kalau ini dibiarkan nyawa teman kalian bisa melayang, kalian nanti juga akan ikut terseret mempertanggungjawabkan kengotottan kalian jika tidak mau memberitau kami"
Akhirnya mereka mengalah mungkin karena takut dengan gertakan saya atau juga karena sudah merasa capek ditanyai terus bahwasanya andre dkk bersama beberap orang bantuan dari geng perdana sedang berkumpul di jalan poros menunggu Riko dkk pulang.
Akhirnya beberapa orang guru kemudian mengambil tindakan cepat menuju tempat yang dimaksud untuk mencari andre dkk. Ibu Rasmina Sitohang yang ikut menyaksikan langsung meskipun dari kaca Bus sekolah yang sudah rapuh kejadian kemarin dimana riko dkk dikejar-kejar dengan menggunakan senjata tajam mengambil inisiatif menghubungi Petugas keamanan Perusahaan yang terdiri dari satuan Brimob dan TNI.
Dua mobil petugas keamanan perusahaan yang terdiri dari Satpam prusahaan, Brimob dan seorang petugas TNI diterjunkan ke sekolah untuk melihat dan mengendalikan situasi.
Saya "para siswa saya minta jangan membubarkan diri dulu, silahkan kalau kalian kepanasan berlindung di depan kelas, atau dibawah pohon karena nanti akan ada arahan dari bapak polisi"
Siswa " aduh pak..lapaaaaar"
Saya " kalian lapar, saya lebih lapar lagi, mari kita sama-sama bersabar dalam lapar"
Tidak lama setelah petugas keamanan datang, bapak-bapak guru yang ikut mencari keberadaan andre dkk sudah kembali dengan badan basah kuyup dengan keringat yang penuh dengan kekesalan karena sudah diajak spring dengan kelompok andre. bersama mereka sebuah truk yang berisi pasukan andre dkk kemudian diturunkan dan langsung disuruh berbaris oleh para petugas keamanan.
Para siswa yang tadinya sudah mulai lemas karena kelamaan di menunggu kapan dibubarkan kembali semangat dengan hadirnya drama gratis yang akan dipertontonkan oleh pasukan keamanan dan para gengster sekolah. seorang penyusup dalam kelompok andre kemudian diminta untuk naik ke teras sekolah. setelah diinterogasi oleh salah seorang anggota Brimob kemudian dia diketahui beasal dari sebuah desa yang sedikit jauh dari Desa Long Beleh Haloq, iapun mendapatkan sedikit santapan tangan kanan dan kiri sang brimob masing-masing 2 kali karena seakan-akan melakukan perlawanan. ketika santapan itu terjadi semua yang hadir menyaksikan drama tidak terhormat itu dari kalangan siswa, guru, bahkan banyak dari penduduk long beleh yang berkerumun dipinggir jalan menyaksikan drama yang terjadi disekolah, semuanya terdiam dan menelan ludah beberapa kali, ada yang sambil memegang pipinya, ada yang melototkan matanya, ada yang melongo seperti tidak tau apa-apa, ada yang menghapus liurnya tidak sengaja menetes dan ada yang hanya geleng-geleng kepala tanda kagum yang tak terkatakan.
Setelah diberikan arahan, nasehat dan sedikit ancaman dari para petugas keamanan kedua kelompok kemudian diajak untuk berdamai, mereka disuruh bersalaman dan berpelukan meskipun mereka melakukannya dengan terpaksa yang dapat dilihat dari pancaran wajah-wajah mereka yang tersenyum kecut tak membahagiakan. Hari itu semua lelah dengan ulah para gengster, para siswapun dirugikan dengan tidak bisa menjalani rutinitas sekolah seperti biasanya dan para gurupun telah dibuat pusing seratus keliling.
Semoga Riko, Andre dan semua yang terlibat dalam drama hari itu telah menyadari akan ruginya bermusuhan dengan teman sendiri, dan semoga mereka semua mendapatkan kesuksesan di kehidupan mereka yang baru.
Bu tohang "halo pak, cepat kita ke pulau sini anak-anak cakra dikejar-kejar sama anak-anak perdana dengan menggunakan senjata tajam
Saya "apa??iya-iya
Saya kemudian menghubungi Bapak Darlani, Pak Fattah, dan Pak Yan untuk segera berangkat ke tempat yang dimaksud bu Tohang. Kami tidak menemukan lagi kelompok perdana yang dimaksud bu tohang, tetapi dibalik kebun sawit milik warga sayup-sayup kami dengar suara beberapa orang yang memanggil kami dengan suara ngosngosan.
Riko dkk "pak..pak.."
Pak Darlani " sini jangan lari dan g usah takut..apa yang terjadi dengan kalian"
Riko "tadi kami sudah mendapat kabar bahwa kami akan diserang sama anak perdana, makanya pas pulang sekolah kami diantar sama anak-anak long beleh sampai di pertigaan jalan poros, setelah mereka kembali pulang kami jalan lewat jalan poros ini sambil menunggu mobil sekolah, tiba-tiba puluhan orang datang dari belakang kami sambil berlari dan ada yang naik motor sambil mengayunkan senjata tajam dan berteriak-teriak kearah kami, kami langsung kabur melarikan diri masuk kedalam kebun sawit ini".
Saya " ceritanya gimana, ko bisa anak perdana mau nyerang kalian, memangnya kalian ada masalah dengan anak perdana".
Riko "kami juga nggak tau pak, cuma setau kami mereka adalah kompolatannya anak sentekan yang lagi bermasalah dengan kami"
Saya " ya sudah kalian pulang saja dulu, besok kita proses"
Saya dan Pak Darlani kemudian berinisiatif mencarikan tumpangan pulang bagi Riko dkk dengan menyetop kendaraan truk yang sedang lewat menuju Cakra. kemudian Saya, pak Darlani, pak Fattah dan pak Yan cepat-cepat kembali pulang ke rumah untuk segera menunaikan ibadah shalat jumat.
Keesokan harinya, sebelum sampai ke teras kantor seorang siswa melapor kepada saya bahwa ada banyak siswa yang membawa senjata tajam di bis sekolah. Saya juga mendapat kabar bahwa kelompok Andre dkk tidak ada masuk sekolah, mereka ikut naik bis sekolah tetapi tidak ada yang sampai ke sekolah. Hati saya mulai gelisah sepertinya anak-anak gengster ini memang sudah tidak sayang nyawanya lagi. Saya kemudian mengkomunikasikan hal tersebut dengan seluruh guru yang ada dan kemudian saya kumpulkan semua siswa di lapangan serba rusak sekolah. pertama saya panggil semua yang tergabung dalam geng Riko berikut seluruh keronco-keronconya, kemudian saya panggil semua siswi sentekan dan menanyakan kepada mereka kemana Andre dkk berada.
Saya "tolong kasih tau saya teman-teman kalian yang laki-laki dimana sekarang??katanya mereka turun semua tetapi tidak ada yang sampai ke sekolah"
Siswi sentekan " kami tidak tau pak kemana mereka"
Anis, pacar Andre yang juga berasal dari sentekan saya interogasi, sampai ia meneteskan air mata semangkok tetap teguh pada pendiriannya tidak mau mengakui keberadaan andre dkk"
Saya kemudian bertanya kepada mereka kembali dengan menggunakan taktik polisi tak berpangkat.
Saya "tolong kasih tau kami keberadaan teman-teman kalian itu, karena ini bukan masalah kecil, kalian tau kalau ini dibiarkan nyawa teman kalian bisa melayang, kalian nanti juga akan ikut terseret mempertanggungjawabkan kengotottan kalian jika tidak mau memberitau kami"
Akhirnya mereka mengalah mungkin karena takut dengan gertakan saya atau juga karena sudah merasa capek ditanyai terus bahwasanya andre dkk bersama beberap orang bantuan dari geng perdana sedang berkumpul di jalan poros menunggu Riko dkk pulang.
Akhirnya beberapa orang guru kemudian mengambil tindakan cepat menuju tempat yang dimaksud untuk mencari andre dkk. Ibu Rasmina Sitohang yang ikut menyaksikan langsung meskipun dari kaca Bus sekolah yang sudah rapuh kejadian kemarin dimana riko dkk dikejar-kejar dengan menggunakan senjata tajam mengambil inisiatif menghubungi Petugas keamanan Perusahaan yang terdiri dari satuan Brimob dan TNI.
Dua mobil petugas keamanan perusahaan yang terdiri dari Satpam prusahaan, Brimob dan seorang petugas TNI diterjunkan ke sekolah untuk melihat dan mengendalikan situasi.
Saya "para siswa saya minta jangan membubarkan diri dulu, silahkan kalau kalian kepanasan berlindung di depan kelas, atau dibawah pohon karena nanti akan ada arahan dari bapak polisi"
Siswa " aduh pak..lapaaaaar"
Saya " kalian lapar, saya lebih lapar lagi, mari kita sama-sama bersabar dalam lapar"
Tidak lama setelah petugas keamanan datang, bapak-bapak guru yang ikut mencari keberadaan andre dkk sudah kembali dengan badan basah kuyup dengan keringat yang penuh dengan kekesalan karena sudah diajak spring dengan kelompok andre. bersama mereka sebuah truk yang berisi pasukan andre dkk kemudian diturunkan dan langsung disuruh berbaris oleh para petugas keamanan.
Para siswa yang tadinya sudah mulai lemas karena kelamaan di menunggu kapan dibubarkan kembali semangat dengan hadirnya drama gratis yang akan dipertontonkan oleh pasukan keamanan dan para gengster sekolah. seorang penyusup dalam kelompok andre kemudian diminta untuk naik ke teras sekolah. setelah diinterogasi oleh salah seorang anggota Brimob kemudian dia diketahui beasal dari sebuah desa yang sedikit jauh dari Desa Long Beleh Haloq, iapun mendapatkan sedikit santapan tangan kanan dan kiri sang brimob masing-masing 2 kali karena seakan-akan melakukan perlawanan. ketika santapan itu terjadi semua yang hadir menyaksikan drama tidak terhormat itu dari kalangan siswa, guru, bahkan banyak dari penduduk long beleh yang berkerumun dipinggir jalan menyaksikan drama yang terjadi disekolah, semuanya terdiam dan menelan ludah beberapa kali, ada yang sambil memegang pipinya, ada yang melototkan matanya, ada yang melongo seperti tidak tau apa-apa, ada yang menghapus liurnya tidak sengaja menetes dan ada yang hanya geleng-geleng kepala tanda kagum yang tak terkatakan.
Setelah diberikan arahan, nasehat dan sedikit ancaman dari para petugas keamanan kedua kelompok kemudian diajak untuk berdamai, mereka disuruh bersalaman dan berpelukan meskipun mereka melakukannya dengan terpaksa yang dapat dilihat dari pancaran wajah-wajah mereka yang tersenyum kecut tak membahagiakan. Hari itu semua lelah dengan ulah para gengster, para siswapun dirugikan dengan tidak bisa menjalani rutinitas sekolah seperti biasanya dan para gurupun telah dibuat pusing seratus keliling.
Semoga Riko, Andre dan semua yang terlibat dalam drama hari itu telah menyadari akan ruginya bermusuhan dengan teman sendiri, dan semoga mereka semua mendapatkan kesuksesan di kehidupan mereka yang baru.
Kamis, 17 Maret 2016
Saya Minta Maaf Pak.. 2008 Kali
Hari itu tepatnya disuatu hari dibulan agustus tahun 2008, pagi yang cerah, mentari dengan gagahnya tanpa rasa malu menampakkan dirinya memancarkan sinar ultraviolet yang menyakitkan tanpa ada awan yang berani menghalangi. Saya berdiri didepan kantor sekolah sambil memegang mic yang terhubung ke pengeras suara, didepan saya berbaris para siswa yang berharap barisan segera dibubarkan karena sengatan panas mentari yang tanpa ampun menyerang sel-sel kulit mereka. dengan sedikit santun saya mengucapkan beberapa kata pembuka maksud dan tujuan mereka dikumpulkan. Berdasarkan hasil rapat dewan guru bersama wakil kepala sekolah yang sudah bertahun-tahun tidak pernah diganti sampai dengan saat tulisan ini dibuat, diputuskan bahwa untuk menyambut dan memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia sekolah akan mengadakan beberapa kegiatan seperti lomba-lomba antar kelas, pawai obor, dan tentunya Upacara 17 Agustus. Setelah pengumuman tentang rencana pelaksanaan acara dan teknis pelaksanaannya, yang ditunggu-tunggu oleh para siswapun tiba yaitu pembubaran barisan. Tidak berselang lama setelah barisan dibubarkan beberapa siswa datang menghadap kepada saya untuk meminta ijin dalam beberapa hari karena mereka diminta untuk mengikuti kegiatan pramuka di kota kecamatan oleh salah seorang pembina pramuka terkemuka di sebuah estate perusahaan sawit. Setelah berkonsultasi dengan dewan guru lainnya dan juga dengan bapak Wakil kepala sekolah kamipun memutuskan untuk tidak memberikan ijin karena sekolah punya acara sendiri sehingga kebersamaan antara sesama siswa harus tetap dijaga. Mariana,sikecil yang cerdik, pintar dan sangat aktif, pernah datang kesekolah dipagi hari sambil meraung-raung ketakutan karena melihat hantu kecil gundul bermuka sangat tidak menyenangkan untuk dilihat sedang merayap-rayap didinding wc sekolah.setelah diteliti lebih lanjut ternyata mariana hari itu habis bertengkar dengan orang tuanya, mungkin saking kesalnya sehingga sigundul memiliki kesempatan untuk melancarkan hobbinya memanas-manasi perasaan manu sia. Bersama dengan Jamaluddin siswa yang sangat jago dalam hitung menghitung, orangnya berperawakan cukup tinggi, muka pas-pasan, tetapi hebat dalam memikat hati lawan jenisnya yang belum sadar akan arti sebuah gombalan. Mariana dan Jamaluddin bersama beberapa temannya tetap ngotot untuk mengikuti kegiatan pramuka di kota kecamatan meskipun tanpa ijin dari dewan guru. Ketika acara pembukaan lomba antar kelas dimulai para siswa datang kepada saya untuk melakukan protesnya karena mereka mengira sekolah telah memberikan ijin kepada Jamaluddin dkk. Dengan penuh kesabaran menahan kekesalan karena Jamal dkk berani menabrak larangan dewan guru, saya mencoba menenangkan para siswa yang melakukan protes dan menjanjikan sanksi bagi Jamal dkk kepada mereka.
Pada hari terakhir perlombaan antar kelas Mariana, jamal dkk ditemani pelatih mereka datang ke sekolah sepulang dari kegiatan pramuka mereka di kota kecamatan dengan menumpang Mobil andalan perusahaan. Sambil cengar cengir nggak tahu malu mereka memasuki kawasan sekolah dan kemudian masuk ke dalam kantor sekolah sambil membawa sebuah piala, gaya memuakkan mereka yang penuh kebualan dengan pialanya, seakan-akan menunjukkan kepada teman-temannya yang sedang bertanding dalam perlombaan antar kelas bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah kebanggaan yang tiada batas. Saya hanya bisa tersenyum kecut sambil berkata dalam hati "tunggu giliran kalian besok".
Keesokan harinya sebelum kegiatan dimulai lonceng berbunyi sebanyak lima kali dengan lantang sebagai tanda para siswa harus segera berkumpul di lapangan serbaguna sekolah. seperti biasa mic kecil yang tidak pernah bosan menemani saya dalam menyampaikan pengumuman dan pemberitahuan yang nggak penting apalagi yang penting. Saya memulai dengan berkata "Alhamdulillah..hari ini teman-teman kalian yang kabur beberapa hari yang lalu sudah hadir kembali bersama kita disini dan saya minta kepada mereka untuk membuat barisan sendiri didepan". Mariana dkk kemudian maju kedepan dan berbaris dengan lurus meskipun tidak rapi. Saya melanjutkan "Gimana kabar kalian hari ini?". Mereka menjawab dengan suara pelan, serak karena terpaksa menjawab "baik pak. Saya berkata "masa anggota pramuka jawabnya seperti itu?yang semangat dong (dengan sedikit tekanan nada tinggi)". Dengan kompak dan lantang mereka menjawab "Baik Pak. Saya berkata "Jamal..tau kesalahan apa yang telah kalian lakukan??". Jamal menjawab "tau pak". saya berkata "jamal..ko pake sendal, katanya anak pramuka?ko kesekolah pake sendal, memang diajarkan seperti itu ya di pramuka?". Jamal dkk diam sejuta bahasa. Saya kemudian melanjutkan "karena kalian tidak mau mengikuti apa yang telah diputuskan oleh guru-guru kalian dan kalian juga telah menghianati teman-teman kalian maka dengan ini saya memberikan sanksi kepada kalian, apakah kalian masih mau menjadi anak-anak kami yang bisa kami banggakan atau tidak, semua itu terserah kepada diri kalian sendiri. Sanksi kali ini adalah kalian harus menulis kalimat SAYA MINTA MAAF PAK sebanyak 2008 kali karena tahun ini adalah tahun 2008, saya beri waktu 3 hari untuk menyelesaikan tugas kalian ini, dimengerti??". Mereka dengan kompak dan lantang menjawab "mengerti pak.." Sejak saat itu Jamal, Mariana dkk disibukkan dengan tulisan Saya Minta Maaf Pak. Di dalam kelas, di warung, ditempat tidur, dan dimana saja ada tempat yang bagus untuk menulis mereka terus menulis untuk menyelesaikan tugas mereka. Terkadang teman-teman Jamal menawarkan diri untuk membantu dalam menulis tugasnya, tetapi dengan tegas Jamal menolaknya, bukan karena Jamal memiliki prinsip kesetiaan tetapi karena takut tugasnya menulis akan diulang dari awal kembali jika ketahuan ada orang yang membantunya menuliskan tugasnya. Gole salah seorang teman jamal yang setia menemani Jamal dalam kesedihannya menjalani sanksinya. 3 hari setelah sanksi tersebut dijatuhkan dari langit mulut saya telah berlalu dan para siswa dikumpulkan kembali di pagi itu selain untuk mengumumkan pemenang lomba antar kelas, rencana acara pawai obor, serta persiapan latihan upacara 17 agustus saya juga kembali memanggil Jamal dkk untuk membuat barisan paling depan. Saya kemudian berkata "karena hari ini adalah hari keempat setelah sanksi terhadap Jamal dkk, maka saya minta kepada kalian Jamal, Mariana dan yang lainnya untuk mengumpulkan tugasnya" Jamal dkk kemudian maju satu persatu membawa tugas yang telah ditulisnya sejak 3 hari yang lalu. saya mengecek satu persatu tugas mereka beberapa saat dan kemudian melanjutkan "setelah memeriksa tugas yang kalian tulis ini secara seksama maka saya sampaikan bahwa kalian adalah siswa-siswa kami yang bisa kami banggakan" tepuk tangan riuhpun tak terhindarkan lagi yang dilakukan oleh seluruh siswa tanpa peduli lagi dengan panasnya sengatan sinar matahari. Mereka tidak peduli lagi dengan mulesnya lutut mereka karena kelamaan berdiri, mereka gembira dengan suntikan kata-kata yang baru saya sampaikan. Sungguh kalimat SAYA MINTA MAAF PAK 2008 kali itu kekal dalam hati saya hingga saat ini dan saat nanti.
Pada hari terakhir perlombaan antar kelas Mariana, jamal dkk ditemani pelatih mereka datang ke sekolah sepulang dari kegiatan pramuka mereka di kota kecamatan dengan menumpang Mobil andalan perusahaan. Sambil cengar cengir nggak tahu malu mereka memasuki kawasan sekolah dan kemudian masuk ke dalam kantor sekolah sambil membawa sebuah piala, gaya memuakkan mereka yang penuh kebualan dengan pialanya, seakan-akan menunjukkan kepada teman-temannya yang sedang bertanding dalam perlombaan antar kelas bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah kebanggaan yang tiada batas. Saya hanya bisa tersenyum kecut sambil berkata dalam hati "tunggu giliran kalian besok".
Keesokan harinya sebelum kegiatan dimulai lonceng berbunyi sebanyak lima kali dengan lantang sebagai tanda para siswa harus segera berkumpul di lapangan serbaguna sekolah. seperti biasa mic kecil yang tidak pernah bosan menemani saya dalam menyampaikan pengumuman dan pemberitahuan yang nggak penting apalagi yang penting. Saya memulai dengan berkata "Alhamdulillah..hari ini teman-teman kalian yang kabur beberapa hari yang lalu sudah hadir kembali bersama kita disini dan saya minta kepada mereka untuk membuat barisan sendiri didepan". Mariana dkk kemudian maju kedepan dan berbaris dengan lurus meskipun tidak rapi. Saya melanjutkan "Gimana kabar kalian hari ini?". Mereka menjawab dengan suara pelan, serak karena terpaksa menjawab "baik pak. Saya berkata "masa anggota pramuka jawabnya seperti itu?yang semangat dong (dengan sedikit tekanan nada tinggi)". Dengan kompak dan lantang mereka menjawab "Baik Pak. Saya berkata "Jamal..tau kesalahan apa yang telah kalian lakukan??". Jamal menjawab "tau pak". saya berkata "jamal..ko pake sendal, katanya anak pramuka?ko kesekolah pake sendal, memang diajarkan seperti itu ya di pramuka?". Jamal dkk diam sejuta bahasa. Saya kemudian melanjutkan "karena kalian tidak mau mengikuti apa yang telah diputuskan oleh guru-guru kalian dan kalian juga telah menghianati teman-teman kalian maka dengan ini saya memberikan sanksi kepada kalian, apakah kalian masih mau menjadi anak-anak kami yang bisa kami banggakan atau tidak, semua itu terserah kepada diri kalian sendiri. Sanksi kali ini adalah kalian harus menulis kalimat SAYA MINTA MAAF PAK sebanyak 2008 kali karena tahun ini adalah tahun 2008, saya beri waktu 3 hari untuk menyelesaikan tugas kalian ini, dimengerti??". Mereka dengan kompak dan lantang menjawab "mengerti pak.." Sejak saat itu Jamal, Mariana dkk disibukkan dengan tulisan Saya Minta Maaf Pak. Di dalam kelas, di warung, ditempat tidur, dan dimana saja ada tempat yang bagus untuk menulis mereka terus menulis untuk menyelesaikan tugas mereka. Terkadang teman-teman Jamal menawarkan diri untuk membantu dalam menulis tugasnya, tetapi dengan tegas Jamal menolaknya, bukan karena Jamal memiliki prinsip kesetiaan tetapi karena takut tugasnya menulis akan diulang dari awal kembali jika ketahuan ada orang yang membantunya menuliskan tugasnya. Gole salah seorang teman jamal yang setia menemani Jamal dalam kesedihannya menjalani sanksinya. 3 hari setelah sanksi tersebut dijatuhkan dari langit mulut saya telah berlalu dan para siswa dikumpulkan kembali di pagi itu selain untuk mengumumkan pemenang lomba antar kelas, rencana acara pawai obor, serta persiapan latihan upacara 17 agustus saya juga kembali memanggil Jamal dkk untuk membuat barisan paling depan. Saya kemudian berkata "karena hari ini adalah hari keempat setelah sanksi terhadap Jamal dkk, maka saya minta kepada kalian Jamal, Mariana dan yang lainnya untuk mengumpulkan tugasnya" Jamal dkk kemudian maju satu persatu membawa tugas yang telah ditulisnya sejak 3 hari yang lalu. saya mengecek satu persatu tugas mereka beberapa saat dan kemudian melanjutkan "setelah memeriksa tugas yang kalian tulis ini secara seksama maka saya sampaikan bahwa kalian adalah siswa-siswa kami yang bisa kami banggakan" tepuk tangan riuhpun tak terhindarkan lagi yang dilakukan oleh seluruh siswa tanpa peduli lagi dengan panasnya sengatan sinar matahari. Mereka tidak peduli lagi dengan mulesnya lutut mereka karena kelamaan berdiri, mereka gembira dengan suntikan kata-kata yang baru saya sampaikan. Sungguh kalimat SAYA MINTA MAAF PAK 2008 kali itu kekal dalam hati saya hingga saat ini dan saat nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)